Juni, Inflasi Kaltara Mencatatkan Angka Segini…

INFLASI KALTARA: Laporan BPS Kaltara IHK secara umum berada pada angka 106,97. Kaltara mencatat inflasi 1,38 persen (year-on-year/yoy) pada Juni lalu.

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat inflasi 1,38 persen (year-on-year/yoy) pada Juni lalu. Capaian tersebut disebabkan oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, dengan inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Nunukan sebesar 2,23 persen.

Menurut laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, indeks harga konsumen (IHK) secara umum berada pada angka 106,97. Di sisi lain, Tanjung Selor mencatat inflasi terendah dengan 0,31 persen dan IHK 105,39.

Kepala BPS Kaltara Mas’ud Rifai menjelaskan, tren inflasi tahun ini masih tergolong stabil dan terkendali. Secara umum, inflasi 1,38 persen year-on-year masih dalam batas aman. Ini menunjukkan kondisi harga secara keseluruhan cukup stabil. Meski tetap perlu diwaspadai terutama pada sektor makanan dan jasa.

Baca Juga  Periode Mei Jumlah Penumpang Menurun

BPS juga mencatat fluktuasi harga komoditas pangan dan energi menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika inflasi di Kaltara. Kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang inflasi terbesar dari perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan laju inflasi yoy 8,10 persen dan andil sebesar 0,58 persen.

“Disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatatkan inflasi 1,36 persen dan menyumbang 0,44 persen. Serta penyediaan makanan dan minuman/restoransebesar 3,56 persen dengan andil 0,30 persen,” sebutnya.

Baca Juga  Februari, Aktivitas Impor 12,04 Persen

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi dan menahan laju inflasi antara lain adalah transportasi (-0,60 perse), rekreasi, olahraga, dan budaya (-0,83 persen), serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (-0,20 persen).

Beberapa komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan inflasi yoy di antaranya Emas perhiasan, Ikan bandeng, Nasi dengan lauk, Kopi bubuk, Ikan layang, minyak goreng dan rokok jenis SKM dan SPM.

Baca Juga  Stabil di Tengah Badai: Ketahanan Ekonomi Kalimantan Utara di Era Konsolidasi Fiskal

“Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar meliputi tomat, angkutan udara, daging ayam ras, bayam, cabai rawit, tempe dan tahu mentah,” jelasnya.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi Kaltara pada Juni 2025 tercatat 0,07 persen. Sementara inflasi sejak awal tahun (year to date/y-to-d) mencapai 1,18 persen. Dalam konteks antarwilayah, tiga daerah yang dicatat mengalami inflasi yoy pada Juni 2025 adalah Kabupaten Nunukan 2,23 persen (tertinggi), Kota Tarakan 1,23 persen dan Tanjung Selor 0,31 persen (terendah). (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini