TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat penurunan jumlah penumpang angkutan sungai dan penyeberangan (speedboat) sepanjang September 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perhubungan Kaltara, jumlah penumpang speedboat berangkat maupun datang tercatat sebanyak 74.214 orang. Turun 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 74.454 orang. Kepala BPS Kaltara Mas’ud Rifai menjelaskan, secara kumulatif, total penumpang speedboat pada periode Januari hingga September 2025 mencapai 693.511 orang.
Jumlah ini mengalami penurunan 4,12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 723.281 orang. Penurunan jumlah penumpang ini menunjukkan adanya perlambatan mobilitas masyarakat antarwilayah melalui jalur laut dan sungai.
“Beberapa faktor seperti kondisi cuaca, kegiatan ekonomi, serta keterbatasan armada dapat berpengaruh terhadap tren ini,” ujarnya, Jumat (7/11).
Secara rinci, penurunan paling signifikan terjadi di Pelabuhan Malinau, yang mencatat penurunan 6,03 persen untuk penumpang berangkat pada September 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.
Disusul Pelabuhan Tengkayu Tarakan yang turun 0,97 persen. Serta Liem Hie Djung Nunukan yang justru mengalami peningkatan tipis 1,65 persen. Untuk periode kumulatif Januari–September 2025, penurunan terbesar tercatat di Pelabuhan Bulungan dengan kontraksi 9,84 persen. Diikuti Tengkayu Tarakan sebesar 3,64 persen, dan Liem Hie Djung Nunukan 3,19 persen.
Sementara itu, Tana Tidung menjadi satu-satunya daerah yang mencatat pertumbuhan positif dengan kenaikan 4,67 persen. Meskipun jumlah penumpang menurun, peran transportasi sungai dan penyeberangan tetap vital bagi konektivitas antarwilayah di Kaltara. Terutama untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.
“Transportasi laut dan sungai merupakan urat nadi ekonomi masyarakat Kaltara. Karena itu, perlu dukungan infrastruktur dan layanan transportasi yang memadai. Untuk menjaga kelancaran arus barang dan penumpang,” tegasnya. (kn-2)