September, Penumpang Speedboat Menurun

ILUSTRASI: Data BPS Kaltara mencata total penumpang berangkat dan datang sebanyak 74.214 orang pada September lalu.

TANJUNG SELOR – Jumlah penumpang speedboat yang melalui pelabuhan di Provinsi Kalimantan Utara pada September 2025 tercatat mengalami penurunan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total penumpang berangkat dan datang sebanyak 74.214 orang atau turun 0,32 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 74.454 orang.

Kepala BPS Kaltara Mas’ud Rifai mengatakan, penurunan ini menjadi gambaran dinamika mobilitas masyarakat di wilayah yang sangat mengandalkan transportasi sungai dan penyeberangan.

“Pergerakan penumpang speedboat menunjukkan kondisi konektivitas wilayah yang sangat penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Kaltara,” ujarnya, belum lama ini.

Baca Juga  NTP Kaltara Naik 0,13 Persen

Lima pelabuhan utama Bulungan, Tengkayu Tarakan, Tana Tidung, Malinau, dan Liem Hie Djung Nunukan menunjukkan pola perubahan yang bervariasi. Untuk penumpang berangkat, Pelabuhan Bulungan mencatat kenaikan 2,15 persen, sementara Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan meningkat 1,65 persen.

Sebaliknya, Malinau mengalami penurunan terbesar sebesar 6,03 persen. Penurunan juga terjadi di Tengkayu Tarakan dan Tana Tidung, masing-masing sebesar 0,97 persen dan 0,28 persen.

“Secara kumulatif, jumlah penumpang speedboat berangkat periode Januari–September 2025 tercatat 693.511 orang, turun 4,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata dia.

Baca Juga  Penduduk Bekerja Menurun 13.713 Orang

Sementara itu, untuk penumpang datang, penurunan cukup besar terlihat di Malinau (5,13 persen) dan Tana Tidung (5,95 persen). Namun, Liem Hie Djung Nunukan mencatat kenaikan tertinggi untuk kategori ini, yakni 3,49 persen. Total penumpang datang pada September 2025 sama dengan jumlah penumpang berangkat, yaitu 74.214 orang.

Baik penumpang berangkat maupun datang selama Januari–September 2025 tercatat sebanyak 693.511 orang, lebih rendah dibandingkan 723.281 orang pada periode yang sama tahun 2024.

Baca Juga  Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp 216 M

“Penurunan sebesar 4,12 persen ini dinilai perlu menjadi perhatian. Mengingat peran vital transportasi sungai dan penyeberangan bagi masyarakat di provinsi paling utara Indonesia tersebut,” jelasnya.

Ia menegaskan transportasi speedboat masih menjadi urat nadi bagi sejumlah wilayah di Kaltara yang belum terhubung jalur darat. Aksesibilitas masyarakat sangat bergantung pada armada speedboat. Perubahan jumlah penumpang dapat menggambarkan situasi ekonomi, aktivitas mobilitas, hingga dinamika sosial masyarakat. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini