TANJUNG SELOR – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara Mas’ud Rifai memaparkan kinerja pertumbuhan ekonomi Kaltara sepanjang triwulan III-2025, yang menunjukkan tren positif di sebagian besar lapangan usaha.
Berdasarkan rilis resmi BPS, perekonomian Kaltara pada triwulan III-2025 dibanding triwulan II-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 2,17 persen. Ia menjelaskan, sektor konstruksi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 7,07 persen. Disusul Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh 6,53 persen, serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang meningkat 4,19 persen.
Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian, yang memiliki kontribusi dominan dalam struktur ekonomi, hanya tumbuh tipis 0,21 persen.
“Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas pembangunan infrastruktur kita terus bergerak. Khususnya konstruksi yang mengalami peningkatan signifikan,” ujarnya, Rabu (19/11).
Pada perbandingan tahunan (y-on-y), ekonomi Kaltara triwulan III-2025 tumbuh 4,61 persen. Hampir seluruh lapangan usaha mencatat pertumbuhan positif, kecuali administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial. Yang terkontraksi 3,74 persen, serta Pertambangan dan Penggalian yang turun 2,86 persen.
“Konstruksi kembali menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi secara tahunan, yaitu 13,96 persen, diikuti Industri Pengolahan 10,80 persen, dan perdagangan sebesar 9,23 persen. Ini mencerminkan pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, pertumbuhan kumulatif dari triwulan I hingga triwulan III-2025 (c-to-c) mencapai 4,40 persen. Hampir seluruh sektor mencatat kinerja positif, kecuali pertambangan dan administrasi pemerintahan. Sektor industri pengolahan memimpin pertumbuhan kumulatif dengan capaian 10,67 persen, disusul konstruksi 9,97 persen dan perdagangan.
Ia menegaskan struktur PDRB Kaltara hingga kini masih didominasi lima sektor utama. Yakni pertambangan dan penggalian, pertanian, kehutanan, dan perikanan, konstruksi; perdagangan. Serta industri pengolahan. Kelima sektor tersebut menyumbang 77,91 persen terhadap total ekonomi Kaltara.
“Pencapaian ini menunjukkan ekonomi Kaltara tetap tumbuh stabil dan bertumpu pada sektor-sektor produktif. Ke depan, diversifikasi ekonomi tetap menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat fondasi pertumbuhan,” tuturnya. (kn-2)