Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Melonjak

PEMBANGUNAN: Aktivitas belanja pemerintah masih menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

TANJUNG SELOR – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mas’ud Rifai menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kaltara menunjukkan pergerakan stabil. Dengan kontribusi kuat dari komponen konsumsi pemerintah, ekspor, dan pembentukan modal tetap bruto.

Pada skema pertumbuhan triwulanan (q-to-q), ekonomi Kaltara meningkat 2,17 persen dibanding triwulan sebelumnya. Mas’ud menuturkan, lonjakan tertinggi terjadi pada pengeluaran konsumsi pemerintah yang tumbuh 3,45 persen.

“Ini menunjukkan aktivitas belanja pemerintah masih menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya, Jumat (21/11).

Sumber pertumbuhan berikutnya datang dari ekspor barang dan jasa yang naik 2,64 persen. Diikuti pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 1,63 persen. Konsumsi rumah tangga juga mencatat pertumbuhan positif 1,07 persen, menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Baca Juga  Nilai Impor di Kaltara Alami Peningkatan

Sementara itu, konsumsi LNPRT terkontraksi 1,07 persen. Komponen impor yang menjadi pengurang dalam PDRB tumbuh 2,49 persen, menunjukkan peningkatan aktivitas produksi.

Dari sisi struktur PDRB menurut pengeluaran, Mas’ud menjelaskan, ekonomi Kaltara masih didominasi aktivitas ekspor yang berkontribusi 103,12 persen. Disusul PMTB 28,89 persen, konsumsi rumah tangga 15,03 persen, dan konsumsi pemerintah 6,47 persen.

Baca Juga  Kunjungan Wisman di Kaltara Menurun

Sementara itu, pada perbandingan tahunan (y-on-y), ekonomi Kaltara triwulan III-2025 tumbuh 4,61 persen. Pertumbuhan tertinggi berasal dari PMTB 6,65 persen. Konsumsi rumah tangga juga melonjak 5,63 persen, menandai meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Ekspor tumbuh 3,87 persen, sedangkan konsumsi pemerintah turun ringan 0,12 persen. Impor yang menjadi faktor pengurang naik 3,95 persen.

“Untuk akumulasi c-to-c, ekonomi Kaltara tumbuh 4,40 persen. Konsumsi rumah tangga kembali menjadi pendorong utama dengan kenaikan 5,63 persen. Diikuti konsumsi LNPRT 4,66 persen, PMTB 4,44 persen, dan ekspor 3,54 persen. Konsumsi pemerintah tercatat masih terkontraksi 1,88 persen,” sebutnya.

Baca Juga  2023, Luas Panen Padi di Kaltara Menurun

Pihaknya memastikan indikator pertumbuhan tersebut menunjukkan ekonomi Kaltara masih berada pada jalur positif.

“Struktur ekonomi tetap solid, terutama didukung aktivitas ekspor dan investasi. Ke depan, penguatan konsumsi masyarakat dan efisiensi belanja pemerintah akan menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan,” tegasnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini