TANJUNG SELOR – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Utara Sakop mengatakan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Utara mencapai Rp 396,39 miliar hingga 30 Juni 2024.
Pencapaian ini melibatkan 5.604 debitur, dengan jumlah debitur KUR tertinggi tercatat di Kota Tarakan dengan 1.952 debitur, diikuti oleh Kabupaten Nunukan 1.755 debitur. Penyaluran KUR terbesar di Kalimantan Utara hingga 30 Juni 2024 dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang menyalurkan KUR kepada 3.156 debitur dengan total penyaluran Rp 194,77 miliar.
“Angka ini menunjukkan peran signifikan BRI dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah di provinsi tersebut,” terangnya, Jumat (26/7).
Selain penyaluran KUR, terdapat 1.045 debitur dengan total penyaluran Rp 4,56 miliar yang tercatat pada Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Ultra Mikro (UMi) hingga 30 Juni 2024. Debitur yang tercatat dalam program UMi merupakan debitur dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.
“Penyaluran UMi di Kalimantan Utara terjadi hampir seluruh wilayah kabupaten/kota. Dengan penyaluran tertinggi terdapat di Kota Tarakan sebesar Rp 2,36 miliar,” ujarnya.
Penyaluran KUR dan UMi di Kalimantan Utara menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini diharapkan dapat membantu pengembangan ekonomi local, dengan memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku usaha kecil.
“Penyaluran KUR dan UMi merupakan salah satu upaya pemerintah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan finansial dalam mengembangkan usahanya,” kata dia.
Dengan pencapaian penyaluran KUR dan UMi yang mencapai Rp 396,39 miliar hingga Juni 2024. Diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal dan mendukung keberlanjutan usaha mikro dan kecil di Kalimantan Utara. Pemerintah daerah akan terus memantau dan mendukung program ini, untuk memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.
“Kami akan terus mendukung penyaluran KUR dan UMi. Serta memastikan program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara, untuk perekonomian Kalimantan Utara menunjukkan perkembangan yang menggembirakan pada triwulan I 2024. Ekonomi Kalimantan Utara pada triwulan I tumbuh 4,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y).
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan di semua sektor lapangan usaha. Sektor Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi dengan angka 12,80 persen. Diikuti sektor konstruksi 10,76 persen, serta sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang juga menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta pertambangan dan penggalian, yang memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Masing-masing tumbuh 5,01 persen dan 0,49 persen.
Neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Utara pada Mei 2024 menunjukkan surplus USD 165,29 juta, dengan nilai ekspor USD 280,99 juta dan impor USD 115,70 juta. Ini menandakan performa perdagangan yang positif di wilayah tersebut. Adapun Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Utara pada Juni 2024 tercatat 112,77, turun 0,16 persen dibanding bulan sebelumnya.
Penurunan ini disebabkan oleh penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) sebesar 0,13 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami peningkatan sebesar 0,03 persen. Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga menunjukkan penurunan sebesar 1,20 persen dibanding bulan Mei 2024, dengan NTN mencapai 104,87 pada Juni 2024. (kn-2)