Aksi Jambret Resahkan Warga

TARAKAN – Aksi penjambretan kembali terjadi di Kota Tarakan, menimbulkan keresahan di kalangan warga. Kali ini, peristiwa nahas tersebut menimpa seorang wanita yang tengah melintas di kawasan Taman Anggrek, Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, pada Sabtu (10/5) sekitar pukul 19.00 Wita.

Menurut keterangan rekan korban, Hariyati. Kejadian bermula saat korban sedang dalam perjalanan dari Pantai Amal menuju pusat Kota Tarakan. Saat melintasi tanjakan di sekitar Taman Anggrek, seorang pria tak dikenal mendekat dari samping dan secara tiba-tiba merampas tas milik korban.

Baca Juga  Anak di Bawah Umur Diduga Bobol Rumah

“Sekitar jam 7-an kak, teman saya dari Amal mau turun ke kota. Pas lewatin Taman Anggrek daerah gunung-gunung, tiba-tiba dari samping ngerampas tas teman saya, ucap Hariyati.

Korban yang terkejut tidak sempat memberikan perlawanan. Pelaku langsung tancap gas dan melarikan diri ke arah Kampung Enam. Gelapnya kondisi jalan menyulitkan korban untuk mengenali ciri-ciri pelaku. Informasi sementara, pelaku mengendarai sepeda motor berwarna hitam, tidak mengenakan helm dan beraksi seorang diri.

Baca Juga  Aksi Balap Liar Dibubarkan Polisi

“Nggak sempat dikejar. Nggak lihat motornya juga, soalnya gelap. Cuma lihat dia pakai motor hitam, nggak pakai helm, sendiri aja. Ke arah Kampung Enam sepertinya dia kabur. Teman saya sudah laporkan ke Polres Tarakan,” bebernya.

Kanit Pidum Polres Tarakan, Ipda Ghazy Prima Daffa membenarkan telah menerima laporan tersebut dan saat ini tengah melakukan penyelidikan.

“Kami sudah menerima laporan dari korban dan sedang melakukan penyelidikan. Tim sudah turun ke lokasi kejadian (TKP) dan akan memanggil korban serta saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi untuk dimintai keterangan,” jelas Ghazy.

Baca Juga  Korban Dugaan Penipuan Libatkan Istri Oknum Polisi Bertambah

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan yang terjadi. Pihak kepolisian berharap, dengan kerja sama masyarakat, pelaku dapat segera diamankan dan barang milik korban bisa dikembalikan.

“Kami akan tetap menjalankan tugas semaksimal mungkin. Masyarakat tidak perlu takut atau ragu melaporkan kejadian serupa,” tegasnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini