TARAKAN – Seorang pedagang, Muhammad Habib, diduga menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Gajah Mada, RT 22, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, pada Jumat (29/8) dini hari, sekitar pukul 05.00 WITA.
Akibat kejadian itu, pria berusia 29 tahun itu mengalami luka bacok di kaki dan kepala. Menurut pengakuan Habib, saat itu hendak menuju pasar untuk berjualan. Ia mengendarai motor Honda Scoopy berwarna merah. Ketika melintas di lokasi yang kondisinya gelap karena mati lampu, ia dipepet oleh dua orang pelaku yang mengendarai motor matik.
Salah satu pelaku yang duduk di belakang tiba-tiba membacok kaki kanan korban. “Kaki sebelah kanan yang kena. Langsung ditimpas,” ujar Habib.
Merasa emosi, Habib mencoba mengejar pelaku. Ia sempat berhasil meraih tangan dan bagian belakang motor pelaku. Namun, saat ia berhasil menangkap pelaku, orang yang dibonceng itu melepaskan tangannya dan kembali mengambil parang. Melihat pelaku hendak mengayunkan parang lagi, Habib mengerem mendadak, hingga terjatuh dan terseret.
Saat terjatuh, motor Habib dan tas selempangnya sempat diambil oleh pelaku. Beruntung, ada empat warga yang melihat kejadian itu dan langsung membantu mengejar. Tiga orang mengejar pelaku, sementara satu orang membantu Habib ke rumah sakit.
“Awalnya saya bilang jangan ke rumah sakit, kejar saja. Tapi teman-temannya sudah ngebut duluan,” kenang Habib.
Habib mengatakan, pelaku yang mengendarai motor bertubuh gemuk mengenakan jaket hoodie. Sedangkan pelaku yang membacoknya bertubuh tidak terlalu gemuk dan mengenakan jaket serupa. Kedua pelaku menutupi wajah mereka dengan masker.
Akibat insiden ini, Habib menderita luka bacok di kaki kanan dan kepala yang membutuhkan sebelas jahitan. Ia tidak mengingat bagaimana kepalanya bisa terluka saat terjatuh. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Tarakan untuk mendapatkan perawatan.
Habib telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Ia juga mendapat informasi dari polisi bahwa ada kejadian serupa yang menimpa seorang perempuan di hari yang sama. Hanya berselang satu jam dari peristiwa yang ia alami.
Di tempat terpisah, Kanit Pidum Satreskrim Polres Tarakan, Ipda Eko Susilo membenarkan adanya laporan dari korban. Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.
“Kami sudah menerima laporan dari masyarakat. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan, mencari saksi-saksi dan barang bukti untuk menentukan motifnya. Apakah ini murni pembegalan atau motif lainnya,” kata Eko.
Eko menambahkan, polisi belum bisa memastikan motif dari peristiwa tersebut. Mereka masih berupaya mengumpulkan rekaman CCTV dan mencari empat saksi yang menolong korban.
“Kami masih mencari empat saksi yang menolong korban saat kejadian. Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut,” pungkasnya. (kn-2)