Curi Uang Kotak Amal Gunakan Batang Lidi

TEREKAM CCTV: Terduga pelaku beraksi mengambil uang di kotak amal Masjid Miftahul Jannah, Senin (18/11).

AKSI pencurian uang kotak amal kembali menghantui Masjid Miftahul Jannah, RT 60 Gang Purna Bakti, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat.

Terduga pelaku yang sama diduga sudah beraksi berbulan-bulan lamanya dan baru tertangkap jelas melalui rekaman CCTV sepanjang November ini. Perwakilan masjid, Fadil menjelaskan, sebelum kamera pengawas dipasang, pihak masjid sudah beberapa kali mendapati isi kotak amal berkurang tanpa penjelasan.

Kejadian-kejadian tersebut berlangsung sejak sekitar enam bulan lalu. Namun tidak ada saksi maupun bukti visual yang dapat memastikan pelakunya. Situasi berubah setelah masjid memasang CCTV. Dalam kurun kurang dari dua pekan, kamera merekam pelaku beraksi pada 8, 12, 13, 15, dan 17 November.

Waktu kejadian juga tidak tetap; pelaku datang di pagi hari sekitar pukul 08.00 WITA, siang hari sekitar 14.00 WITA, hingga dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.

Baca Juga  Personel Polda Kaltara Laksanakan Pengamanan dan Pengawalan Pergeseran Kotak Suara PSU

“Pas datangnya, pelaku diduga sengaja memilih waktu saat masjid dalam keadaan sepi,” tuturnya, Selasa (18/11).

Dari rekaman, pelaku tampak datang menggunakan sepeda motor. Setelah memarkir di depan masjid, ia membuka jok dan mengambil alat yang telah disiapkan sebelumnya. Ia lalu berjalan masuk melalui pagar masjid dengan sikap tenang layaknya jamaah yang hendak menunaikan salat.

Namun alih-alih menuju tempat wudhu atau saf salat, pelaku langsung menuju kotak amal yang ada di dalam masjid. Modus yang digunakan terbilang rapi dan minim suara. Pelaku membawa dua batang lidi yang ujungnya telah dilumuri lem. Kedua lidi tersebut digunakan seperti penjepit, dimasukkan melalui lubang kotak amal yang berukuran sekitar 3 sentimeter. Sehingga uang kertas mudah menempel pada lem di ujungnya.

Baca Juga  Patroli Ditsamapta Polda Kaltara Hadir Ditengah-tengah Masyarakat

Teknik ini membuat pelaku dapat menguras uang tanpa meninggalkan kerusakan pada kotak amal. Setiap aksi berlangsung cepat, hanya 2 hingga 5 menit.

“Pelaku ini sudah hafal betul posisi kotak amal. Dalam sebulan saja dia bisa datang sampai delapan hingga sepuluh kali. Kalau ditotal sejak enam bulan terakhir, masjid diperkirakan menanggung kerugian hingga sekitar Rp 3 juta,” sebut Fadil.

Warga sempat menemukan lidi yang ditinggalkan pelaku di lokasi. Lidi-lidi tersebut kini disimpan oleh takmir sebagai barang bukti untuk menguatkan laporan ke pihak berwajib. Pola dan ciri-ciri pelaku diketahui mirip dengan sosok yang terekam mencuri di masjid lain di Tarakan dan sempat menjadi viral di media sosial.

Baca Juga  Tuntun Motor dari Stadion ke Polres Tarakan

Ciri pelaku yang terekam cukup jelas, berbadan kurus, berambut agak panjang, mengenakan kaus, sarung, dan tas selempang kecil di dada. Ia datang seorang diri dan tidak menunjukkan perilaku mencolok, sehingga warga sekitar tidak sempat menaruh curiga.

“Tidak ada yang kenal. Dia bukan warga sini,” tegas Fadil.

Pihak kepolisian bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah mendatangi lokasi, memeriksa rekaman CCTV, dan mengumpulkan keterangan pengurus masjid. Penyisiran dan pencarian terhadap pelaku kini dilakukan secara intensif.

Kapolsek Tarakan Barat, Ipda Niger Andian Bunga mengaku, anggotanya sudah mengecek kondisi TKP. Selanjutnya Unit Reskrim akan melakukan penyelidikan.

“Anggota sudah ke lapangan, masih kami selidiki. Nanti kalau ada perkmbangan akan kami sampaikan,” singkatnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini