Pedagang Sayur Diduga Jadi Kurir Sabu

Kepala BNN Kota Tarakan Evon Meternik

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan pedagang sayur sebagai kurir narkotika jenis sabu. Modus operandi ini memanfaatkan sistem transaksi cash on delivery (COD).

Di mana pedagang yang menggunakan sepeda motor diduga turut serta mengedarkan barang haram tersebut. Kepala BNN Kota Tarakan Evon Meternik mengatakan, telah memetakan oknum-oknum yang terlibat dan memperingatkan masyarakat. Agar tidak tergiur menjadi kurir narkoba hanya karena iming-iming uang.

“Jangan sampai hanya karena uang beberapa rupiah, Anda menjadi bagian dari jaringan ini. Kami sudah mendata pedagang-pedagang sayur yang mencurigakan,” ujarnya, Kamis (22/5) lalu.

Baca Juga  Gubernur Paparkan Prospek Pariwisata di Kedubes Seychelles 

Menurut Evon, peredaran narkoba di kawasan Kelurahan Selumit Pantai mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan berdasarkan laporan dari Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan tokoh masyarakat setempat, aktivitas transaksi menurun hingga 80 persen. Namun, masih ada sisa peredaran sekitar 20 persen yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

“Yang dulunya buka siang malam, sekarang buka-tutup. Bahkan banyak yang takut karena komitmen kami bukan hanya penjual, pembeli pun akan kami tindak. Keluarga dan RT akan kami panggil untuk memberikan efek jera,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati KTT Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Evon juga mengungkapkan dahulu terdapat enam titik peredaran narkoba di kawasan Selumit Pantai. Setelah dilakukan patroli rutin selama enam bulan terakhir, seluruh titik berhasil ditutup. Meski demikian, kini terdapat dua titik yang mencoba kembali beroperasi, namun telah mendapat pengawasan ketat dari BNN.

“Keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama masyarakat yang mulai aktif melaporkan aktivitas mencurigakan, bahkan pada malam hari. Laporan warga sekarang luar biasa, kadang jam 3 pagi ada pesan masuk. Kami langsung turun ke lokasi. Ini bukti bahwa kesadaran masyarakat meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga  Isra Miraj Syiarkan Satu Peristiwa

Evon pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkotika. Ia menyebut perlawanan terhadap narkoba bukan hanya tugas BNN dan aparat, melainkan perjuangan seluruh rakyat.

“Kalau dulu ada Permesta (Perang Rakyat Semesta) kini kita lakukan hal yang sama dalam melawan narkotika. Jangan jadikan narkoba sebagai teman, karena ujungnya bisa ke rumah sakit jiwa, bahkan kuburan,” tegasnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini