Bentangkan Bendera Merah Putih di Perempatan Traffic Light

PEMBENTANGAN BENDERA: Beberapa komunitas di Tarakan persiapan untuk bentangkan bendera di perempatan traffic light, Minggu (17/8).

TARAKAN – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tarakan disambut dengan cara yang unik dan penuh makna.

Koordinator kegiatan Che Agung, bersama puluhan anggota komunitas dan berbagai instansi, menggelar aksi pembentangan bendera Merah Putih raksasa di perempatan traffic light Tarakan, Minggu (17/8).

Bendera yang berukuran 17 meter panjang dan lebar 8 meter ini sengaja dibuat sesuai tanggal dan bulan Kemerdekaan Indonesia. Aksi ini berhasil menarik perhatian masyarakat yang melintas, menambah semarak peringatan kemerdekaan.

“Ini bagian dari momentum kita memperingati hari kemerdekaan. Alhamdulillah, seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat sangat antusias menyaksikan,” ujar Che Agung.

Baca Juga  Jalin Keberagaman Pasca Pilkada

Pembentangan bendera ini juga diiringi dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh masyarakat yang berada di lokasi. Che Agung mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan sekitar 30 orang dari berbagai komunitas. Serta berkolaborasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, dan pengelola Tarakan Mall.

Meskipun perayaan berlangsung meriah, ada pesan mendalam yang ingin disampaikan. Peserta pembentangan bendera terlihat mengenakan pita hitam, sebagai simbol duka dan keprihatinan atas isu-isu kemanusiaan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga  Fokus Awasi Pelaksanaan Program

“Kemerdekaan adalah hak seluruh masyarakat Indonesia. Namun, kami juga ikut berduka atas apa yang terjadi di belakang Indonesia, seperti di Papua dan perbatasan. Di mana masih banyak suara sumbang yang belum tersentuh,” tegasnya.

Ia berharap, momentum ini dapat membangkitkan semangat kebersamaan. “Dengan semangat ini, mari kita sama-sama membenahi jika ada yang perlu dibenahi, dan menyuarakan jika ada yang perlu disuarakan, tentunya dengan cara-cara yang elegan,” pesannya.

Baca Juga  Atlet Layar Kaltara Pertahankan Medali Emas

Untuk mendukung kelancaran acara, Satlantas Polres Tarakan melakukan penghentian arus lalu lintas sementara. KBO Satlantas Polres Tarakan, Iptu Muhammadong, menjelaskan bahwa penghentian dilakukan selama kurang lebih 3 menit, mulai pukul 11.17 Wita.

“Ini salah satu dukungan kami kepada pemerintah dalam memperingati detik-detik proklamasi,” terangnya.

Ia menambahkan, pengamanan melibatkan 10 personel dari Satlantas Polres, 4 personel dari Binmas, 8 personel Satpol PP, dan 8 personel dari Damkar. Setelah acara selesai, kondisi lalu lintas di lokasi kembali normal dan lancar. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini