Akreditasi Puskesmas Upaya Tingkatkan Layanan Kesehatan

AKREDITASI PUSKESMAS: Peningkatan akreditasi di Puskesmas pedesaan membuktikan masyarakat di wilayah terpencil berhak mendapat pelayanan kesehatan yang terstandar.

TANJUNG SELOR – Upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan menunjukkan hasil yang signifikan.

Tidak hanya Puskesmas di wilayah perkotaan, sejumlah fasilitas kesehatan di pedesaan dan perbatasan kini juga mampu bersaing dalam akreditasi. Meski sebagian lainnya masih menunggu terbitnya sertifikat resmi. Kepala Dinkes Kaltara Usman menyampaikan, hasil akreditasi terbaru menunjukkan sejumlah Puskesmas pedesaan telah berstatus terakreditasi, baik pada level Dasar maupun Madya.

Salah satu contohnya Puskesmas Antutan di Kabupaten Bulungan yang telah menjalani survei berhasil meraih akreditasi Dasar. Bahkan, Puskesmas Salimbatu di Kecamatan Tanjung Palas Tengah, naik kelas dengan predikat Madya.

Baca Juga  Dua Penembak Kaltara Sabet Juara

“Peningkatan akreditasi di Puskesmas pedesaan membuktikan bahwa masyarakat di wilayah terpencil pun berhak mendapat pelayanan kesehatan yang terstandar,” ujarnya, belum lama ini.

Kemajuan serupa juga terlihat di Kabupaten Malinau. Di mana hampir seluruh Puskesmas, baik yang berada di pusat kota maupun daerah pedalaman, telah mengantongi status akreditasi. Hal ini mencerminkan pemerataan layanan yang semakin inklusif. Sehingga masyarakat di wilayah terpencil tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota. Hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

Baca Juga  Komitmen Kembangkan Budidaya Udang Windu

Usman mengakui masih ada sejumlah Puskesmas yang belum menerima sertifikat akreditasi. Beberapa di antaranya bahkan telah menjalani survei sejak awal 2023, namun proses validasi administrasi masih berjalan. Puskesmas Tanjung Palas dan Bumi Rahayu di Bulungan menjadi contoh fasilitas kesehatan yang sudah mengikuti survei tetapi belum mendapatkan hasil final.

“Akreditasi tidak berhenti pada survei lapangan. Ada tahapan validasi data dan verifikasi administrasi sebelum sertifikat diterbitkan. Proses ini memang membutuhkan waktu, tetapi tetap dijalankan sesuai aturan,” jelasnya.

Baca Juga  Bulungan Tertinggi di Kaltara 

Selain faktor administrasi, keterbatasan akses transportasi di wilayah perbatasan serta kondisi cuaca yang kerap tidak menentu menjadi kendala. Dalam mempercepat tahapan survei dan verifikasi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Dinkes Kaltara tetap optimistis seluruh Puskesmas akan menyelesaikan proses akreditasi pada 2025. Dengan demikian, kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kaltara diharapkan semakin merata dan dapat menjamin keselamatan pasien sesuai standar nasional.

“Pemerataan layanan kesehatan tetap menjadi prioritas pemerintah. Agar seluruh masyarakat, baik di kota maupun pedalaman, merasakan manfaat yang sama,” harapnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini