BANDUNG – Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kalimantan-Sulawesi (Kalsul) peroleh capaian kinerja positif.
Analis Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul Mutiara Dinanti mengungkapkan, realisasi lifting migas di wilayah tersebut melampaui target nasional. Menurut data, hingga 31 Agustus 2025, realisasi lifting minyak mentah dan kondensat di Kalsul mencapai 102 persen dari target, sementara gas bumi sebesar 99 persen. Capaian ini berkontribusi signifikan terhadap lifting migas nasional.
“Neraca perdagangan minyak kita mengalami defisit, konsumsi domestik lebih tinggi dari produksi. Kondisi ini membuat harga minyak di pasar internasional fluktuatif,” jelas Mutiara, Rabu (24/9).
Ia menambahkan, sebagai entitas negara, SKK Migas berupaya mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan impor. Untuk itu, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi.
Dalam paparannya, Mutiara juga menyoroti peran penting industri hulu migas bagi daerah. Mulai dari kontribusi dalam pembayaran pajak daerah dan retribusi, penggunaan barang dan jasa lokal, hingga penyerapan tenaga kerja. Selain itu, kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) juga menjadi bentuk kontribusi nyata untuk pembangunan daerah.
Terkait dengan tantangan dan dukungan yang diharapkan, Mutiara menekankan pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Diperlukan sinergi dalam memberikan informasi yang tepat mengenai kegiatan hulu migas,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan usaha hulu migas harus didukung oleh semua pihak, baik pemerintah maupun Masyarakat. Agar dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. (kn-2)