Ekonomi Lesu, Picu PHK di Tarakan

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tarakan, Agus Sutanto

TARAKAN – Dampak dari kelesuan ekonomi belakangan ini mulai terasa di Kota Tarakan, yang memicu adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di beberapa perusahaan.

Meskipun demikian, angka PHK yang terjadi dinilai tidak signifikan. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tarakan, Agus Sutanto membenarkan dampak ekonomi lesu memang mempengaruhi dunia kerja.

“Ya, kalau untuk berdasar data yang dilaporkan, memang dampaknya terasa. Karena terbukti ada beberapa perusahaan yang laporkan kerja di PHK. Tapi tidak sampai terlalu besar-besaran,” ujarnya.

Baca Juga  Petambak Diduga Dianiaya Oknum Lantamal XIII Tarakan

PHK dilaporkan terjadi di beberapa sektor usaha, termasuk perusahaan pembiayaan, finance dan distributor. Menyikapi hal ini, Agus berharap pemerintah dapat segera mengeluarkan kebijakan yang mampu mendorong pemulihan ekonomi.

“Mudah-mudahan ini pemerintah ini bisa ada kebijakan yang bisa segera memulihkan perekonomian lagi. Sehingga investasi bisa masuk, kemudian badan usaha ini bisa berkembang. Secara otomatis ini akan bisa menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran yang ada,” harapnya.

Baca Juga  Selama Operasi Keselamatan Kayan, 457 Pengendara Diberikan Teguran

Meski ada PHK, Agus menambahkan bahwa jumlah pencari kerja di Tarakan relatif stabil dan tidak ada peningkatan yang signifikan dibanding tahun lalu. Pengajuan kartu kuning (kartu AK-1) sebagai syarat pencari kerja juga disebut fluktuatif. Kenaikan biasanya terjadi menjelang momen tertentu, seperti job fairatau penerimaan karyawan baru. Saat ini, angka pengangguran terbuka di Kota Tarakan masih berada di atas 5 persen

Baca Juga  30 Menit Perjalanan dari Lokasi Tenggelam

“Tapi tahun ini, kalau di rata-rata satu bulannya kurang lebih antara 100 sampai 150. Kalau di Tarakan sekitar 6 ribuan lah,” pungkasnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini