TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mencatat adanya tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam satu bulan terakhir. Dua kasus ditangani langsung oleh BPBD, sementara satu kasus ditangani secara mandiri oleh masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan Yonsep menjelaskan, semua kasus Karhutla yang terjadi merupakan insiden kecil dan biasanya dipicu oleh pembukaan lahan kebun oleh masyarakat.
“Yang ada itu cuma di akhir bulan 30 September dan ada penanganan. Tapi itu hanya skala kecil saja, karena orang membakar kebun, merembet dari kebun,” ungkapnya, Kamis (2/10).
Salah satu kejadian Karhutla yang ditangani di wilayah Kampung I diperkirakan melanda area sekitar 40×50 meter persegi pada, Rabu (1/10), Sementara kasus lain di daerah Juata Permai juga disebabkan oleh aktivitas pembakaran lahan untuk persiapan kebun.
Yonsep mengatakan, meskipun kondisi cuaca panas, jumlah kasus Karhutla di Tarakan cenderung mengalami penurunan signifikan. Hal ini disebabkan meningkatnya kesadaran dan mitigasi mandiri dari masyarakat, serta masifnya sosialisasi dari BPBD.
“Sebenarnya menurunnya ini bukan karena mereka tidak membakar. Tapi karena ada mitigasi mereka sendiri. Masyarakat sekarang lebih sadar. Dulu kan asal saja membakar, sekarang kan mereka lebih paham. Ada penurunan, jauh sekali,” tegasnya.
Menanggapi imbauan cuaca ekstrem, BPBD Tarakan menyatakan kesiapsiagaan personel dan peralatan telah ditingkatkan. Peralatan seperti mobilisasi portable juga disiagakan untuk mengatasi masalah sumber air.
“Kami ini selalu siap. Malah kita punya alat ke tempat yang dinilai titik rawan. Yang pertama itu kendaraan, kedua mobilisasi portable kita,” kata Yonsep.
BPBD juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan untuk membakar lahan agar tetap berhati-hati.
“Kita enggak melarang mereka membakar, karena itu kebutuhan Masyarakat. Tapi mereka tetap berhati-hati. Kalau yang tidak sanggup ditangani, segera menghubungi BPBD melalui 112 yang call center maupun dengan nomor HP kami yang ada di grup,” tutup Yonsep. (kn-2)