Oktober, NTP Kaltara Naik 0,61 Persen

PERTANIAN: Pada Oktober 2025 NTP Kaltara berdasarkan data BPS Kaltara mengalami kenaikan dari 116,19 pada September menjadi 116,89.

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara mencatat peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2025.

Kepala BPS Kaltara Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa NTP provinsi ini naik sebesar 0,61 persen dari 116,19 pada September menjadi 116,89 pada Oktober 2025.

Peningkatan ini menunjukkan adanya kenaikan daya beli petani. Karena harga hasil pertanian yang diterima petani meningkat lebih tinggi, dibandingkan dengan harga barang dan jasa yang mereka bayar.

Baca Juga  Gubernur Raih Penghargaan SIWO PWI Award II Kaltara 2025

“Secara umum, peningkatan NTP ini menandakan kondisi ekonomi petani relatif membaik. Harga komoditas hasil pertanian mengalami kenaikan, sementara pengeluaran petani relatif stabil,” ujarnya, Minggu (9/11).

Ia menyebutkan, kenaikan NTP terutama terjadi pada subsektor tanaman pangan yang naik 0,03 persen, tanaman perkebunan rakyat naik 0,57 persen, peternakan naik 0,45 persen, dan perikanan yang mengalami lonjakan tertinggi sebesar 1,87 persen.

Baca Juga  Nilai Barang Penindakan Rp 143 Miliar

Sementara itu, satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan adalah hortikultura, yang turun 0,58 persen. peningkatan NTP juga dipengaruhi oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 0,59 persen, dari 134,81 menjadi 135,60.

“Kenaikan ini terutama disumbang oleh meningkatnya harga pada subsektor perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan,” jelasnya.

Sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru mengalami penurunan tipis 0,02 persen menjadi 116,01. Penurunan ini terjadi karena berkurangnya biaya konsumsi rumah tangga dan biaya produksi yang relatif stabil. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian pedesaan di Kaltara.

Baca Juga  Wujudkan Prinsip Portabilitas

“Kenaikan NTP berarti petani punya ruang lebih besar untuk menabung atau berinvestasi kembali dalam usahanya. Ini tentu kabar baik bagi ketahanan ekonomi di wilayah perdesaan,” terangnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini