Video Penculikan Hoaks

KLARIFIKASI: Unit Reskrim Polsek Tarakan Barat mendatangi guru yang diduga menyebarkan video hoaks terkait penculikan anak, Selasa (11/11).

TARAKAN – Warga Kota Tarakan sempat dibuat resah dengan beredarnya sebuah video di media sosial yang menampilkan seorang murid Sekolah Dasar (SD) mengaku nyaris menjadi korban penculikan.

Video berdurasi singkat itu viral pada Senin (10/11), dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua murid. Dalam video tersebut, terlihat seorang anak SD sedang ditanyai oleh gurunya di dalam kelas mengenai dugaan percobaan penculikan yang dialaminya.

Namun setelah dilakukan penyelidikan, informasi yang disampaikan dalam video itu ternyata tidak benar alias hoaks. Kapolsek Tarakan Barat, Ipda Niger Andian Bunga membenarkan, peristiwa dalam video tersebut terjadi di salah satu ruang belajar di salah satu sekolah di Tarakan. Setelah menerima laporan dari masyarakat, pihak kepolisian langsung mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi.

Baca Juga  Pengembangan Kawasan IAD Lanskap Kayan di Bulungan

“Hasil pengecekan kami di lapangan menunjukkan kejadian dalam video itu tidak pernah terjadi. Kepala sekolah dan guru yang bersangkutan sudah kami mintai keterangan,” ujar Niger saat dikonfirmasi, Selasa (11/11).

Menurutnya, video tersebut direkam oleh seorang guru berinisial HS. Kemudian mengunggahnya ke akun Facebook miliknya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Akibat unggahan itu, banyak warga yang panik dan khawatir dengan keselamatan anak-anak mereka.

Baca Juga  Tekan Angka Kemiskinan

“Kami sangat menyayangkan tindakan guru tersebut. Niatnya mungkin untuk mengingatkan masyarakat agar waspada. Tetapi karena tidak dicek dulu kebenarannya, justru menimbulkan keresahan,” keluhnya.

HS telah mengakui, yang merekam dan menyebarkan video itu. Ia berdalih hanya ingin menyampaikan pesan kewaspadaan. Namun tidak menyangka bahwa unggahannya akan viral dan membuat panik masyarakat.

Kepala SD tempat HS mengajar juga telah membenarkan, video tersebut dibuat di lingkungan sekolahnya. Pihak sekolah berjanji akan melakukan rapat internal dan pembinaan terhadap guru yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Sudah kami sampaikan agar guru itu membuat video klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka. Sekaligus kami buatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Tujuannya agar masyarakat tahu bahwa kabar penculikan itu tidak benar,” kata Niger.

Baca Juga  Bangun Skatepark Telan Anggaran Rp 720 Juta

Selain meminta klarifikasi dari guru yang bersangkutan, polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak kepolisian berharap warga Tarakan, tidak lagi diliputi rasa khawatir berlebihan.

“Kalau ada kejadian seperti ini, sebaiknya dikonfirmasi dulu ke pihak sekolah, RT, atau aparat keamanan setempat. Jangan langsung disebar di media sosial,” tegasnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini