TANJUNG SELOR – Sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
“Untuk di Kaltara, sektor pertanian paling banyak menyerap tenaga kerja. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan provinsi lain di Indonesia. Karena pertanian tidak membutuhkan terlalu banyak keahlian khusus,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara Asnawi, Selasa (11/11).
Menurut Asnawi, sebagian besar pekerja di sektor pertanian bekerja pada kegiatan yang bersifat fisik. Seperti mencangkul, menanam, atau memanen hasil pertanian. Hanya sebagian kecil posisi, seperti pengawas atau teknisi, yang memerlukan keterampilan tertentu.
“Mereka cukup mengandalkan kekuatan fisik. Jadi memang sektor pertanian mendominasi dengan serapan sekitar 31 persen dari total tenaga kerja yang bekerja di Kaltara,” jelasnya.
Berbeda dengan sektor pertambangan yang menjadi salah satu penyumbang utama perekonomian daerah, Asnawi mengungkapkan, sektor ini justru menyerap tenaga kerja dalam jumlah kecil. Berdasarkan data Disnakertrans Kaltara, sektor pertambangan hanya menyerap 3,94 persen tenaga kerja.
“Setelah kami telusuri, industri tambang memang tidak memerlukan banyak karyawan. Sektor ini lebih membutuhkan tenaga yang memiliki keterampilan tinggi, seperti operator alat berat. Penggunaan alat berat juga membuat jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit,” terangnya.
Asnawi menambahkan, data tersebut menggambarkan tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan keterampilan angkatan kerja di Kaltara. Agar dapat bersaing di sektor-sektor yang menuntut kemampuan teknis tinggi.
“Ke depan, kami berharap semakin banyak pelatihan dan program peningkatan skill. Agar tenaga kerja Kaltara tidak hanya terserap di sektor pertanian. Tapi juga di sektor industri, jasa, dan pertambangan,” tuturnya. (kn-2)