TARAKAN – Minimnya sarana dan anggaran pembinaan kembali mencuat dalam Rakerkot KONI Tarakan, yang kini menatap Porprov II/2026.
Persiapan tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Kota (Rakerkot) KONI Tarakan, Sabtu (15/11) lalu. Ketua KONI Tarakan Rukisah Saleh mengatakan, Rakerkot membahas tiga agenda pokok sesuai AD/ART, yakni evaluasi program tahun 2024, penyusunan program kerja 2025, serta penerimaan anggota baru.
Namun, persiapan menuju Porprov II/2026 menjadi prioritas utama. Mengingat Tarakan bertekad mempertahankan gelar juara umum.
“Kita akan fokus bagaimana di Porprov nanti bisa mempertahankan juara umum. Karena Porprov sebelumnya Tarakan menjadi juara umum, dan ini harus kita pertahankan,” ujarnya.
Dalam evaluasi, sejumlah cabang olahraga (cabor) kembali menyampaikan kendala klasik. Mulai dari minimnya sarana-prasarana latihan hingga terbatasnya anggaran pembinaan. Rukisah mencontohkan cabor dansa dan renang yang memiliki atlet berpotensi tetapi kesulitan menjalankan latihan akibat tidak memiliki fasilitas memadai.
Ia berharap Pemkot Tarakan dapat membantu menyediakan tempat latihan melalui fasilitas milik daerah. Ia mengapresiasi sikap Pemkot yang mempersilakan cabor mengajukan surat peminjaman ke Disbudporapar.
“KONI hanya bisa memfasilitasi keluhan teman-teman cabor. Soal pemakaian fasilitas, itu kewenangan pemerintah,” ungkapnya.
Selain sarpras, Rukisah menyoroti minimnya anggaran pembinaan olahraga. Ia mengatakan KONI Tarakan membutuhkan anggaran minimal Rp 2,5 miliar–Rp 3 miliar untuk pembinaan dan persiapan Porprov. Namun, alokasi yang diterima beberapa tahun terakhir jauh di bawah kebutuhan tersebut.
“Informasinya, tahun terakhir operasional hanya sekitar Rp 500 juta. Padahal kebutuhan ideal jauh di atas itu,” keluhnya.
Meski memahami kondisi keuangan daerah, ia berharap ke depan anggaran pembinaan dapat dipisahkan dari anggaran Porprov. Agar pembinaan atlet tidak bergantung pada event besar. KONI Tarakan menargetkan seluruh cabor mulai menjalankan program latihan intensif pada awal tahun depan sebagai bagian dari road to Porprov II/2026.
“Kita ingin pembinaan atlet tetap berjalan, meskipun belum masuk tahun Porprov. Jadi saat event nanti, atlet kita benar-benar siap,” harapnya. (kn-2)