TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus menggenjot percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Hingga November, capaian realisasi anggaran tercatat berada di kisaran 59 persen. Meski belum mencapai target ideal, pemerintah tetap optimistis realisasi APBD dapat menembus angka tinggi pada akhir tahun. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara Denny Harianto mengungkapkan, sejumlah kegiatan fisik sebenarnya sudah berjalan di lapangan, namun belum seluruhnya masuk dalam proses pembayaran anggaran.
Hal ini menyebabkan realisasi kas terlihat lebih rendah dibandingkan progres pekerjaan di lapangan.
“Per hari ini realisasi kita di angka kurang lebih 59 persen. Saya tetap optimistis. Banyak kegiatan fisik yang sudah dilaksanakan, tetapi dari sisi anggaran belum terbayarkan. Karena mengikuti mekanisme progres pekerjaan,” jelasnya, Minggu (16/11).
Ia menerangkan, proses pencairan anggaran untuk proyek fisik dilakukan berdasarkan termin atau tahapan pekerjaan. Karena itu, beberapa proyek yang progresnya belum sampai pada tahap pembayaran, belum bisa dicatat sebagai realisasi anggaran.
“Progres dulu yang jadi dasar pembayaran. Jadi kalau pekerjaan belum mencapai termin berikutnya, pembayarannya belum bisa dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, Denny menyebut masih terdapat anggaran yang masuk dalam APBD perubahan, Sehingga pencairannya baru dapat dilakukan setelah mekanisme administrasi selesai dan seluruh OPD melakukan penyesuaian.
Meski demikian, BKAD Kaltara menargetkan realisasi APBD akhir tahun tetap berada pada level tinggi seperti tiga tahun terakhir. Denny menyampaikan optimisme Kaltara dapat kembali menembus realisasi sekitar 90 persen. Sebagaimana capaian tahun-tahun sebelumnya.
“Ya harus optimis. Tiga tahun terakhir kita selalu tembus 90 persen. Jadi tahun ini kita upayakan bisa kembali mencapai angka itu,” tegasnya.
Pemprov Kaltara kini terus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat proses administrasi, penyelesaian pekerjaan fisik. Sserta penyerapan anggaran agar target realisasi dapat tercapai tepat waktu.
“Sekarang tinggal bagaimana teman-teman OPD menyiasati percepatan ini. Semakin cepat proses administrasi dan progres fisik berjalan. Maka semakin cepat pula realisasinya,” harapnya. (kn-2)