Isu Penculikan Anak Dipastikan Hoaks

INFO HOAKS: Terduga pelaku penyebaran hoaks diamankan Unit Reskrim Polsek Tarakan Utara, Jumat (21/11) lalu.

TARAKAN – Dunia maya kembali dihebohkan dengan dugaan penculikan terhadap anak-anak. Namun kabar penculikan anak di Kota Tarakan ini tidak benar adanya atau hoaks.

Isu ini awalnya mencuat melalui media sosial dengan kata info untuk semua yang punva anak hati-hati. Tadi ada teman di Juata Korpri bagian RT 20 anaknya sudah dikasih masuk dalam mobil. Untungnya mamanya lihat langsung teriak sambil menangis.

Dengan rasa syukur masih di kasih dan dilindungi kasihan. Jadi sebagai tanda peringatan saja bagi kita semua termasuk saya sendiri agar lebih berhati-hati lagi. Kapolsek Tarakan Utara, Iptu Ghazy Prima Daffa Ohoirat mengatakan, pihaknya mendapat informasi tersebut sekitar pukul 17.30 WITA, Jumat (21/11).

Setelah membaca status WhatsApp yang menyebuat adanya dugaan penculikan anak di RT 20, Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara. Pihaknya berkoordinasi dengan RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Unit Reskrim dan Intelijen.

Baca Juga  PPP Rekomendasi Khairul di Pilkada Tarakan

“Terus ditanya ke Ketua RT juga, tidak ada kejadian apa-apa. Kami coba dalami, siapa yang buat itu story WA. Sekitar jam 19.20 WITA anggota Reskrim sama anggota Intel mencari lah orang tersebut di daerah Juata Kerikil. Sekitar jam 23.00 WITA, ada dua orang yang kami bawa, untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Menurut keterangan pelaku berinisial RA, dihari yang sama sekitar pukul 10.00 WITA, ia mendengar orangtuanya mengobrol di teras rumah. Obrolannya terkait anak salah satu teman orangtuanya hampir diculik.

“Diculik seperti apa? Karena saat itu ada mobil mondar-mandir. Dalam posisi anaknya main di depan rumahnya. Nah orang itu akhirnya cerita ke orang tua yang membuat story ini. Akhirnya orangtua ini membuat story tersebut dengan info untuk semua yang punya anak hati-hati. Tadi ada teman di Juata Korpri RT 20, anaknya sudah dikasih masuk dalam mobil untuk mamanya lihat, langsung teriak,” jelas Ghazy.

Baca Juga  Rakerprov KONI Kaltara Dirangkai Penyerahan Bonus PON dan Anugerah SIWO PWI Awards II 2025

Alasannya membuat cerita di WhatsApp sebagai pengingat kepadanya dan teman-teman yang lainnya. Agar memerhatikan anaknya lebih lagi saat bermain.

“Jadi tidak ada penculikan apapun yang ada di RT 20. Dengan alibinya hanya untuk mengingatkan diri sendiri dan orang lain, agar memerhatikan anaknya. Itu dari keterangan yang membuat story WA tersebut. Jadi yang kami minta keterangan, RA dan ibunya,” ungkapnya.

Baca Juga  Pastikan Semua Pegawai Bersikap Netral

Dari keterangan pelaku juga, lanjut Ghazy, pelaku sempat melihat ada tangan seseorang yang nampak di luar mobil. Padahal isu itu belum jelas adanya. Meski begitu, polisi sudah membuatkan surat pernyataan dan membuat video klarifikasi terhadap pelaku.

Ghazy mengimbau kepada warga agar lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial. Jika ada kejadian seperti itu agar lebih dipertimbangkan atau dicek kembali kebenarannya.

“Kalaupun membuat story ataupun membuat apapun itu, harus sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Jangan hanya ngarang-ngarang untuk mencari sesuatu yang tidak pasti seperti itu. Isu ini awalnya tersebar distatus WA dan menyebar ke facecook,” tuturnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini