TANA TIDUNG – Gelaran Festival Tari Kreasi Daerah Pesisir dan Pedalaman se-Kaltara dimulai pada 21-27 November 2025, memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.
Dipusatkan di RTH Djoesoef Abdullah Jalan Perintis Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, para pelaku UMKM menjajakan aneka produk. Bahkan, dalam dua malam saja, omzet pedagang meroket tajam. Banyak dari mereka meraup pendapatan hingga jutaan rupiah.
Deretan stand UMKM menyala dengan lampu sorot warna-warni, memantulkan gemerlap pada kerajinan batik khas Tidung dan manik-manik Dayak yang digantung rapi.
“Dua malam ini rezeki banget. Jutaan rupiah bisa masuk dalam satu malam. Biasanya mana bisa segitu,” jelas salah seorang pedadang sambil merapikan kerajinan yang mulai kosong di meja display.
Ia mengakui, meskipun fisik lelah, namun rasa syukur mengalahkan semuanya. Hal senada juga dirasakan pedagang makanan khas rumahan, Salmah, yang datang jauh-jauh dari Sesayap Hilir.
“Selama festival ini, setiap malam bisa tembus sejuta. Itu kalau cuacanya cerah. Kalau tidak hujan, bisa lebih lagi,” ujarnya.
Ia tak lupa menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali dan Ketua Dekranasda Vamelia Ibrahim. Acara seperti ini sangat membantu bagi para pelaku UMKM.
“Stand-nya gratis dari Disperindagkop. Kami benar-benar merasa diperhatikan. Salmah berharap event serupa menjadi agenda tahunan,” harapnya.
Festival tahun ini juga mendapat dukungan dari sektor swasta. Festival Tari Kreasi Daerah Pesisir dan Pedalaman bukan hanya ajang seni, namun juga motor penggerak ekonomi masyarakat. Ratusan pelaku UMKM terlibat langsung, ribuan pengunjung datang setiap malam, dan roda ekonomi berputar cepat. (*)