Bupati KTT Tinjau Kesiapan Festival Tari Kreasi Daerah

TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung mematangkan persiapan Festival Tari Kreasi Daerah Pesisir dan Pedalaman Se- Kaltara, yang akan digelar selama sepekan ke depan.

Panggung megah mulai berdiri, hiasan estetis berwarna etnik Tidung dan Dayak perlahan terpasang, dan deretan tenda UMKM berjumlah puluhan tampak rapi menghiasi sisi area.

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali meninjau langsung kesiapan perhelatan tersebut, pada Rabu (19/11). Bupati mengamati satu per satu detail teknis kualitas sound system, kekuatan panggung, hingga komposisi stand pedagang.

“Persiapan sudah sekitar 70 persen. Tinggal finishing saja,” ucapnya.

Pada festival kali ini, sebanyak 88 grup tari akan tampil memeriahkan kompetisi. Dengan kategori live yang bisa mencapai 8-16 orang jumlah total peserta diperkirakan tembus hampir 1.100 penari.

Baca Juga  Penggunaan QRIS Tunjukkan Tren Positif

“Peserta datang dari seluruh penjuru Kaltara (Nunukan, Tarakan, Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung sendiri). Ini luar biasa. Artinya minat dan apresiasi terhadap festival ini semakin besar,” jelas Bupati.

Festival ini lahir dari identitas budaya Tana Tidung yang unik. Lahir dari dua poros utama, yakni Tidung (pesisir) dan Dayak (Pedalaman). Dua budaya besar yang bertemu, tumbuh, dan kemudian memberi warna khas bagi kehidupan masyarakat.

Ibrahim menegaskan, esensi festival bukan sebatas hiburan. Tetapi momentum untuk meneguhkan jati diri daerah.

“Kita ingin melestarikan adat istiadat budaya Tana Tidung. Karena kita punya dua etnis asli pesisir yang lekat dengan suku Tidung, dan pedalaman yang identik dengan suku Dayak. Tema festival kita dibuat untuk menyatukan dua kekuatan itu,” terangnya.

Baca Juga  Tinjau Dapur Umum, Kesiapan Kaltara Uji Coba Makan Bergizi Gratis

Festival Tari Pesisir dan Pedalaman merupakan salah satu program kebudayaan unggulan dan kini telah menjadi agenda tahunan kabupaten. Untuk lebih memeriahkan pembukaan dan penutupan, Pemkab Tana Tidung menghadirkan artis ibukota. Malam pembukaan pada 21 November akan dimeriahkan Budi Doremi. Kemudian, pada malam penutupan 27 November, giliran Charly Van Houten yang akan tampil.

Tidak hanya seni yang digelorakan, tetapi juga ekonomi kerakyatan. Tahun ini, pemerintah menyediakan 99 tenda UMKM yang dibagikan secara gratis kepada para pelaku usaha lokal. Mulai dari pedagang kuliner, kerajinan tangan, pakaian tradisional, hingga produk kreatif khas Kaltara.

Baca Juga  Pria ODGJ Nunukan Berulah di Tarakan

“Stand UMKM sudah berdiri rapi. Semua kita gratiskan agar UMKM bisa mendapatkan ruang yang layak. Selain itu, pasar malam juga kita siapkan. Kita ingin perputaran ekonomi benar-benar hidup,” imbuh Bupati.

Bupati berharap festival ini menjadi simbol bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Seni tari dapat mengangkat identitas daerah, sementara pergerakan masyarakat dan UMKM diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal.

“Kita ingin acara ini meriah, bermanfaat, dan tentu membawa dampak ekonomi bagi masyarakat Tana Tidung. Ini ruang bagi UMKM kita untuk naik kelas,” harapnya. (*)

Bagikan:

Berita Terkini