Nilai Investasi Pelabuhan Terintegrasi Rp 200 Miliar

PELABUHAN: Pemprov Kaltara tengah mengupayakan investasi untuk membangun pelabuhan yang terintegrasi.

TANJUNG SELOR – Dalam pengembangan infrastruktur strategis, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berupaya menunjukkan langkah progresif. Salah satu proyek besar yang tengah menjadi fokus perihal pengembangan Pelabuhan Bebatu di Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Rencana pengembangan tersebut disusun dengan konsep pelabuhan terintegrasi, yang mencakup pelabuhan barang dan penumpang dalam satu area. Bahkan, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara telah menyusun dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk Pelabuhan Bebatu.

Dokumen ini dirancang untuk menarik minat investor, dengan fokus utama pada pelabuhan barang. Namun kini diperluas untuk mencakup pelabuhan penumpang. “Proyek ini membutuhkan nilai investasi sekitar Rp 200 miliar. Tawaran investasi disampaikan pada Forum Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang berlangsung di Balikpapan tahun lalu,” terang Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP Kaltara Rahman Putrayani, Senin (3/6).

Baca Juga  Wartawan Perebutkan Tiket Porwada Kaltara

Menurut dia, forum tersebut berhasil menarik minat beberapa investor. Salah satunya PT Samudera Indonesia Tbk, sebuah perusahaan terkemuka di bidang logistik dan transportasi laut. Pada Forum ALKI II, pihaknya memperkenalkan rencana investasi untuk pengembangan Pelabuhan Bebatu.

PT Samudera Indonesia Tbk menunjukkan minat serius dan telah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi. Mereka telah bertemu dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung untuk membahas potensi kerja sama.

Baca Juga  Tingkatkan Konektivitas

“Mereka telah melakukan konsolidasi dengan Dishub Tana Tidung dan membahas secara rinci tentang bentuk kerja sama yang mungkin dilakukan. Kami berharap ini bisa segera terealisasi,” harapnya.

Pelabuhan Bebatu sebenarnya telah memiliki beberapa infrastruktur dasar, seperti tempat sandaran kapal. Namun belum dikembangkan lebih lanjut. Dengan lahan seluas sekitar 40 hektare, potensi pengembangan pelabuhan ini sangat besar. Rencana integrasi pelabuhan barang, ferry, dan penumpang di satu lokasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menarik lebih banyak investasi.

“Desain awal pelabuhan ini memang sudah mengarah pada integrasi berbagai fungsi pelabuhan. Dengan Dishub juga tengah membangun pelabuhan ferry di wilayah yang sama, potensi integrasi ini semakin kuat,” ungkapnya.

Baca Juga  Ambil Bagian di Pornas Korpri

Pengembangan Pelabuhan Bebatu diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian daerah. Pelabuhan terintegrasi ini tidak hanya akan meningkatkan arus barang dan penumpang. Tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Jika proyek ini terealisasi, Pelabuhan Bebatu akan menjadi salah satu pusat logistik dan transportasi terpenting di Kaltara. Ini akan membuka peluang baru bagi perdagangan dan mobilitas masyarakat di wilayah Tana Tidung dan sekitarnya,” tutupnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini