Ormas Lokal Kompak Menolak GRIB

TOLAK GRIB: Beberala perwakilan ormas lokal berkumpul di Tarakan Mall dan menyuarakan menolak ormas GRIB, Sabtu (17/5) lalu.

TARAKAN – Suasana Kota Tarakan memanas setelah ratusan massa dari berbagai organisasi adat lokal menggelar aksi damai menolak keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Sabtu (17/5).

Aksi ini dimulai dengan konvoi dari Simpang Keramat, Kelurahan Kampung Enam, menuju Tarakan Mall, dilanjutkan dengan orasi yang menegaskan penolakan terhadap GRIB.

Koordinator lapangan aksi, Ricky Febriansyah menyebutkan, peserta aksi berasal dari 18 organisasi adat se-Tarakan. Pihaknya mewakili seluruh ormas adat lokal aliansi Tarakan menolak keras adanya GRIB di Kaltara, khususnya di Tarakan.

Baca Juga  Besok Diprediksi Penumpang di Malundung Melonjak

“Kami meminta pemerintah, khususnya Kesbangpol, untuk tidak memberikan legalitas pada GRIB di wilayah Tarakan. Mengingat rekam jejak ormas tersebut yang dianggap berpotensi mengganggu kondusivitas. Dari pembakaran mobil sampai bentrok antarormas, itu yang kami khawatirkan,” tegasnya.

Jika pemerintah nantinya memberikan izin membentuk GRIB di Tarakan, maka akan ada aksi lanjutan. Aksi lanjutan nantinya akan tergantung situasi dan kondiai.

Baca Juga  Uang Transportasi KPPS Tuai Sorotan

“Kami ingin pemerintah tegas menolak GRIB. Kalau tetap diizinkan, tidak menutup kemungkinan akan ada aksi lanjutan,” imbuhnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) KotaTarakan Muhammad Haris mengatakan, belum menerima laporan atau permohonan resmi dari GRIB. Jika memang ada, mestinya akan melapor ke Kesbangpol Tarakan.

“Tapi sampai sekarang belum ada laporan, baik dari Tarakan maupun wilayah lain di Kaltara,” ungkapnya.

Haris menjelaskan setiap ormas wajib memiliki legalitas dari Kemenkumham atau SKT dari Kemendagri. Serta wajib melapor ke Kesbangpol setempat, agar tercatat secara resmi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas terkait GRIB dan tokoh-tokohnya yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca Juga  Pengangkutan BBM ke Krayan Harus Pakai Pesawat Khusus

“Ke depan diperlukan pendekatan budaya dan dialog, agar tercipta pemahaman bersama dalam menjaga Indonesia yang damai. Dengan begitu, masyarakat bisa hidup tenang dan mencari nafkah dengan nyaman,” pesannya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini