TARAKAN – Efisiensi layanan logistik nasional kini merambah hingga ke wilayah perbatasan. Kota Tarakan ditunjuk sebagai salah satu lokasi awal implementasi National Logistic Ecosystem (NLE).
Sebuah inisiatif untuk menyederhanakan dan mempercepat alur logistik melalui integrasi sistem digital. Kepala Seksi Penyuluhan dan Pelayanan Bea Cukai Tarakan, Andy Herwanto menjelaskan, NLE bertujuan menyelaraskan proses logistik dan dokumen dari awal hingga akhir. Sistem ini mengintegrasikan pertukaran data antara berbagai lembaga dalam satu platform.
“Melalui NLE, proses logistik bisa lebih singkat dan efisien. Tidak ada lagi pengulangan data atau duplikasi dokumen. Semua dilakukan dalam satu platform,” kata Andy, Rabu (27/8).
Pada tahap awal, lima instansi di Tarakan telah menandatangani komitmen untuk menjalankan NLE. Masing-masing dari Bea Cukai, KSOP Tarakan, Balai Karantina Kesehatan, Imigrasi dan Pelindo. Implementasi dimulai dengan sosialisasi, dilanjutkan bimbingan teknis, dan kini memasuki tahap asistensi bagi pengguna jasa.
Fokus utama penerapan NLE di Tarakan berupa pelayanan barang impor. Alasannya, proses perizinan barang dari luar negeri sering kali melibatkan banyak instansi, sehingga menjadi target utama untuk efisiensi.
“Untuk tahap awal, kami fokuskan pada layanan barang dari luar negeri. Ini untuk melihat sejauh mana sistem bisa mempercepat proses perizinan yang biasanya memakan waktu,” ungkapnya.
Sistem NLE memungkinkan pengguna jasa melakukan pengajuan perizinan secara terintegrasi melalui single submission. Cukup dengan satu kali pengajuan, pengguna bisa mendapatkan persetujuan dari seluruh instansi terkait tanpa perlu menginput data berulang kali.
Dampak positif yang diharapkan dari NLE adalah terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif dan kompetitif di Tarakan. Pelaku usaha tidak perlu lagi berurusan dengan birokrasi yang berbelit dan mengurus dokumen yang sama di tempat berbeda.
Pihak Bea Cukai Tarakan bersama instansi terkait akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan NLE. Dengan harapan dapat memperluas implementasi secara menyeluruh jika tahap uji coba ini berhasil. (kn-2)