Pemprov Kaltara Hibahkan Lahan 20 Hektare

SERAH TERIMA: Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menyerahan hibah lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan Sekolah Unggulan Garuda kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) telah menyerahkan sertifikat tanah seluas 20 hektare kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi.

Penyerahan dilakukan melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima yang berlangsung di Tanjung Selor, Kamis (28/8). Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang merasa bersyukur karena proses penyerahan lahan dapat berjalan cepat dan sesuai target.

“Alhamdulillah, tim dari Kementerian tiba di sini lima hari lalu. Bersama BPN Bulungan dan sejumlah OPD terkait, kita lakukan koordinasi intensif. Dari semula hanya 16,9 hektare, setelah dilakukan peninjauan ulang akhirnya bisa terpenuhi hingga 20 hektare dengan pemecahan sertifikat. Ini luar biasa, semua berjalan cepat tapi tetap sesuai aturan,” ungkapnya, Kamis (28/8).

Menurutnya, lahan yang dihibahkan berlokasi di samping dan belakang Gedung DPRD Kaltara. Setelah serah terima sertifikat, proses selanjutnya balik nama menjadi atas nama Kemendiktisaintek sebelum pembangunan dimulai.

Baca Juga  Konten Kreator Diduga Terlibat Sabu 74 Kg

“InsyaAllah, pada Oktober mendatang akan dilakukan peletakan batu pertama secara serentak se-Indonesia untuk sekolah unggulan. Kita doakan berjalan lancar, sehingga Kaltara segera memiliki sekolah unggulan yang dapat mencetak generasi pemimpin masa depan,” harapnya.

Dengan berdirinya sekolah unggulan STEM, Pemprov Kaltara berharap putra-putri daerah tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar provinsi. Untuk mendapatkan pendidikan berkualitas internasional. Pembangunan sekolah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan dan menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh.

“Sekolah ini bukan hanya milik Kaltara, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia, khususnya di kawasan perbatasan. Kita ingin anak-anak Kaltara punya kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” jelasnya.

Baca Juga  Akibat Korsleting Listrik, Penyebab Kebakaran yang Hanguskan 5 Rumah Kontrakan

Sementara itu, Ketua Tim Legal dan Kerja Sama Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Charolina menyampaikan, sekolah unggulan yang akan dibangun di Kaltara berfokus pada pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics).

“Fasilitasnya akan lengkap, mulai dari ruang kelas, laboratorium fisika, biologi, hingga sarana olahraga. Sekolah ini juga berbasis asrama agar anak-anak bisa fokus belajar sekaligus mengembangkan bakatnya,” ujarnya.

Pada tahap pertama, sekolah ini akan menerima sekitar 160 siswa, dengan kapasitas 20 siswa per kelas untuk 8 kelas. Sistem seleksi akan menekankan pada prestasi akademik karena sekolah ini ditujukan untuk mencetak generasi unggul di bidang sains dan teknologi.

“Untuk kuota lokal masih akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah. Pembangunan ini menjadi tonggak penting karena Kaltara menjadi daerah pertama di Kalimantan yang mendapatkan sekolah unggulan STEM,” terangnya.

Baca Juga  Langkah Antisipatif Cegah Covis-19

Pembangunan sekolah ini ditargetkan dimulai segera, setelah proses balik nama selesai. Sarana pendidikan termasuk asrama akan dibangun secara lengkap, agar siswa bisa langsung belajar sekaligus tinggal di kawasan sekolah.

“Kalau sudah dibuka, tentu asramanya harus siap. Begitu juga dengan sarana laboratorium dan fasilitas olahraga. Untuk pengajar, nantinya akan ada skema khusus rekrutmen guru yang juga harus memiliki kualitas unggulan,” ungkapnya.

Kepala Kantor Pertanahan Bulungan Eka Diana menambahkan, proses sertifikasi tanah berjalan sangat cepat berkat kerja sama erat antara Pemprov Kaltara, BPN, dan Kemendiktisaintek.

“Semua dokumen dilengkapi dengan cepat dan sesuai aturan. Bahkan ini bisa jadi rekor karena biasanya proses hibah tanah memerlukan waktu Panjang. Tetapi di Kaltara bisa selesai hanya dalam hitungan hari,” singkatnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini