Kunjungan Wisman ke Kaltara Menurun

KUNJUNGAN WISMAN SEPI: Data BPS Kaltara mencatat pada Juni 2025 kunjungan wisata mancanegara ke Kaltara alami penurunan.

TANJUNG SELOR – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Juni 2025 mengalami penurunan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, total kunjungan wisman yang tercatat melalui pintu keimigrasian di Tarakan dan Nunukan mencapai 1.535 kunjungan atau turun 10,02 persen. Jika dibandingkan Mei 2025 yang sebanyak 1.706 kunjungan.

Kepala BPS Kaltara Mas’ud Rifai mengatakan, meski secara total mengalami penurunan, pola pergerakan wisman di dua pintu masuk utama Kaltara menunjukkan tren berbeda. Tarakan mencatat peningkatan signifikan, sementara Nunukan mengalami penurunan tajam.

Baca Juga  Pelantikan 54 CPNS Hasil Seleksi 2023, Ini Jadwalnya...

“Kota Tarakan yang menjadi salah satu pintu utama masuknya wisman melalui jalur laut, menunjukkan perkembangan positif. Pada Juni 2025, tercatat sebanyak 479 kunjungan wisman, meningkat 38,44 persen dibanding Mei yang hanya mencapai 346 kunjungan,” terangnya, Jumat (29/8).

Peningkatan ini memberi sinyal positif bagi geliat pariwisata di Tarakan. Sebagai kota transit dengan jalur laut yang strategis, Tarakan berpotensi terus meningkatkan arus kunjungan mancanegara, baik untuk tujuan wisata maupun perjalanan lintas batas.

“Berbanding terbalik dengan Tarakan, Kabupaten Nunukan justru mengalami penurunan jumlah kunjungan. Pada Juni 2025, kunjungan wisman tercatat 1.056 orang turun 22,35 persen atau berkurang 304 kunjungan. Dibanding Mei 2025 yang mencapai 1.360 orang,” sebut dia.

Baca Juga  Kebakaran Hanguskan 7 Bangunan, Renggut Satu Korban Jiwa

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Nunukan selama ini menjadi pintu gerbang utama arus keluar-masuk masyarakat antarnegara, khususnya pekerja migran.

Penurunan kunjungan wisman di Nunukan dinilai cukup berpengaruh pada angka total Kaltara. Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman ke Kalimantan Utara sepanjang 2025 hingga Juni tercatat 9.814 kunjungan. Angka ini menjadi gambaran dinamika arus wisatawan mancanegara di perbatasan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari aktivitas perdagangan lintas batas, kunjungan keluarga, hingga perjalanan wisata.

Baca Juga  Terdakwa Sabu 24 Kg Dituntut Seumur Hidup

“Penurunan kunjungan di Nunukan bisa menjadi evaluasi untuk memperkuat daya tarik wisata dan layanan lintas batas di wilayah perbatasan,” tuturnya.

Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diharapkan dapat menyiapkan strategi yang lebih komprehensif. Agar arus wisman tidak hanya bergantung pada faktor keluar-masuk tenaga kerja. Tetapi juga pariwisata yang berkelanjutan. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini