Pesawat Rute Long Ampung–Samarinda Mendarat Darurat

ILUSTRASI

TANJUNG SELOR – Sebuah penerbangan komersial rute Long Ampung–Samarinda terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Mahakam Ulu (Mahulu) pada Jumat (29/8) sore.

Pesawat milik Smart Aviation itu mengalami gangguan teknis di tengah perjalanan. Sehingga pilot memutuskan untuk mengalihkan pendaratan demi keselamatan penumpang. Menurut informasi yang dihimpun, insiden terjadi saat pesawat sedang dalam perjalanan menuju Samarinda.

Tak lama setelah lepas landas dari Bandara Long Ampung, pilot mendeteksi adanya masalah teknis pada mesin. Demi menghindari risiko lebih besar, pesawat dialihkan dan berhasil mendarat darurat dengan selamat di Mahakam Ulu.

Baca Juga  Polisi Gagalkan Pengiriman 55 Karung Balpres

“Seluruh penumpang dalam manifes dinyatakan selamat. Tak ada korban jiwa maupun luka-luka. Pilot bersama kru berhasil melakukan prosedur pendaratan darurat sesuai standar keselamatan penerbangan,” jelas Kepala Dishub Kaltara Idham Chalid melalui sambungan telepon, Jumat (29/8).

Setelah insiden tersebut, penumpang sempat dievakuasi ke ruang tunggu bandara. Mereka kini masih menunggu pesawat pengganti untuk melanjutkan perjalanan ke Samarinda.

Baca Juga  Aset Didata Sebelum Laporan ke BPK RI

Pihak maskapai Smart Aviation membenarkan adanya insiden ini. Dalam keterangan singkatnya, manajemen menyatakan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang dan menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama.

“Kru sudah menjalankan prosedur dengan tepat. Pesawat berhasil mendarat darurat dan semua penumpang selamat. Kini pihak Smart Aviation sedang menyiapkan pesawat lain agar perjalanan bisa segera dilanjutkan,” bebernya.

Baca Juga  Anugerah SIWO Kaltara Award II Diapresiasi KONI Pusat, Sekaligus Penyerahan Bonus Atlet

Sejumlah penumpang mengaku sempat panik saat pesawat mengalami masalah teknis. Namun kepanikan itu mereda setelah pesawat berhasil mendarat dengan selamat.

“Kalau untuk berapa jumlah penumpang, kami belum menerima informasi mengenai manifes -nya. Itu kewenangan pihak Samarinda,” ujarnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini