Massa Layangkan Mosi Tak Percaya, Karena Ini….

AKSI MASSA: Peserta aksi saat menyampaikan orasi di depan kantor DPRD Tarakan, Senin (1/9) lalu.

TARAKAN – Massa dari Aliansi Usulan Tarakan Bersuara (Utara) menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Tarakan pada Senin (1/9) hingga malam hari.

Aksi tersebut diakhiri dengan pernyataan mosi tidak percaya kepada anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara (Kaltara). Lantaran belum adanya kepastian kehadiran mereka untuk menemui peserta aksi. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Aa Muhammad Imanullah Aziz mengungkapkan, massa merasa kecewa karena permintaan mereka untuk bertemu langsung dengan anggota DPR RI Dapil Kaltara dalam waktu dekat tidak direspons.

“Berbicara komunikasi dengan anggota DPR RI Dapil Kaltara, khususnya Dedi Sitorus. Dia bisa, cuma dalam tanda kutip tidak dalam waktu dekat. Nah, kami dari massa ingin meminta komitmen dalam waktu dekat. Cuma tidak diindahkan,” ujarnya.

Baca Juga  Pelayaran Kaltara Siaga Cuaca Ekstrem

Hal inilah yang memicu ketidakpuasan dan sempat menimbulkan gesekan. Meskipun aksi secara umum berlangsung damai. Pertemuan dengan Ketua DPRD Kota Tarakan pun tidak memuaskan massa, sehingga mosi tidak percaya tetap dilayangkan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, menyatakan, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama dengan perwakilan massa aksi. Tuntutan utama, agar tiga anggota DPR RI Dapil Kaltara yakni Deddy Sitorus, Rahmawati, dan Hasan Saleh hadir langsung dalam waktu 7×24 jam untuk mendengarkan aspirasi.

Baca Juga  Enam Rumah Warga Rusak Berat

“Hanya saja adik-adik mahasiswa meminta 7×24 ada respons dari anggota DPR RI Dapil Kaltara terhadap tuntutan yang disampaikan,” jelas Yunus.

Ia menambahkan, DPRD Tarakan siap memfasilitasi pertemuan tersebut, bahkan jika diperlukan akan membawa aspirasi mahasiswa langsung ke Jakarta. Yunus menyebut, dari ketiga nama yang dituntut, baru Deddy Sitorus yang mengonfirmasi kehadiran di Kaltara pada 7-9 September 2025. Sementara itu, kehadiran Rahmawati dan Hasan Saleh masih belum dapat dipastikan.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syahputra Manik, mengapresiasi jalannya aksi yang relatif kondusif. Ia menyebut, total 704 personel gabungan dari TNI-Polri dilibatkan untuk pengamanan.

Baca Juga  Matangkan Pengaturan Transportasi Online

“Kami juga merasa semangat. Karena saya lihat di Kota Tarakan cukup besar keinginan untuk tetap menjaga keamanan Kota Tarakan,” kata Kapolres.

Terkait isu adanya gesekan fisik dan barang-barang yang direbut, Kapolres menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut. Ia juga memastikan bahwa tidak ada personel yang terluka.

“Kami menyadari Polri terus berbenah diri untuk meningkatkan profesionalnya dalam pelaksanaan tugas,” tambahnya.

Kapolres mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan kota. Ia menegaskan, hingga saat ini, tidak ada informasi mengenai rencana aksi lanjutan. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini