Seleksi JPT Madya Berjalan Transparan Tanpa Intervensi

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menegaskan proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara berjalan murni dan transparan. Tanpa adanya pengaturan maupun intervensi dari pihak mana pun.

Hal ini disampaikan Gubernur menanggapi munculnya isu terkait dugaan diskriminasi maupun intervensi dalam proses seleksi yang sedang berlangsung. Ia menekankan seluruh proses seleksi berada di bawah kewenangan panitia seleksi (pansel) pusat, bukan di daerah.

“Tidak ada pengaturan dalam proses selter JPT Madya Sekprov Kaltara. Semua panitia ada di pusat, baik dari kementerian maupun lembaga. Tidak ada satu pun panitia dari daerah. Jadi, tidak benar kalau ada yang mengatakan seleksi ini bisa diatur atau dipengaruhi pihak tertentu,” tegasnya, Rabu (3/9).

Baca Juga  Perkuat Perlindungan Hukum Hutan Adat

Ia menjelaskan, panitia seleksi berasal dari berbagai unsur. Seperti dari Sekretaris Jenderal kementerian, perwakilan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan instansi pusat lainnya. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan ada intervensi atau diskriminasi dalam proses seleksi tersebut.

“Saya tegaskan demi Allah, demi Rasul, tidak pernah saya intervensi panitia seleksi untuk memilih satu atau dua nama. Semuanya murni berdasarkan hasil seleksi dan penilaian panitia pusat. Saya hanya menunggu siapa yang nilainya tertinggi, itu yang akan dipilih,” ujarnya.

Baca Juga  Penetapan Paslon Terpilih Pilbup Bulungan dan Pilgub Kaltara

Salah satu penyebab adanya peserta yang gugur pada tahap awal seleksi, karena tidak melengkapi berkas administrasi sesuai ketentuan. Padahal, syarat dan ketentuan administrasi sudah diumumkan secara lengkap sejak awal pendaftaran.

“Kalau kita serius mendaftar, semua berkas harus lengkap. Sama halnya seperti orang mendaftar kuliah, kalau ada berkas yang tidak dipenuhi, otomatis tidak bisa diterima. Jadi bukan soal diskriminasi. Tetapi karena kelalaian peserta yang tidak melengkapi persyaratan,” jelasnya.

Dari sejumlah peserta yang mendaftar, Gubernur menyebut ada dua orang yang dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Baca Juga  Mendiktisaintek Apresiasi Pelaksanaan UTBK di UBT

“Setelah verifikasi, hanya tujuh peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan berikutnya,” ungkapnya.

Ia kembali menekankan, proses seleksi Sekprov Kaltara berjalan sesuai aturan dan mengedepankan prinsip transparansi. Ia juga memastikan hasil akhir akan diumumkan secara terbuka berdasarkan nilai tertinggi para peserta.

“Panitia seleksi sudah bekerja dengan baik dan independen. Tugas saya hanya menegaskan siapa pun yang nilainya tertinggi, itulah yang akan dipilih. Tidak ada pengaturan, tidak ada diskriminasi. Ini murni hasil kerja peserta dan penilaian pansel,” tutupnya. (kn2)

Bagikan:

Berita Terkini