TARAKAN – Jembatan rusak di RT 18, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Anyar, akhirnya mendapat respons dari Komisi III DPRD Kota Tarakan.
Peninjauan langsung ini dilakukan setelah banyak keluhan dari warga. Bahkan sebuah mobil sempat terperosok di jembatan yang kondisinya kian parah tersebut. Menurut salah seorang warga, Yudianto, kondisi jembatan yang sudah rapuh sangat membahayakan pengendara.
“Banyak kayu yang sudah rapuh, bahkan ada pengendara yang jatuh kena besi yang menonjol,” keluhnya.
Yudianto berharap jembatan tersebut bisa segera diperbaiki agar aman dilalui. Sebab banyak masyarakat yang dari daerah Karang Anyar maupun Kampung Bugis, melewati jalan alternatif tersebut.
“Kalau rusaknya jembatan ini hampir 1 tahun. Karena kalau sudah hujan deras dan banjir, jembatan ini sudah digenangi pasir menumpuk. Kami disini lah yang sukarela membersihkan,” ungkapnya.
Lurah Karang Anyar, Mashuri menjelaskan, jembatan ini dulunya jalur utama saat Jembatan Kenanga dibangun. Tingginya volume kendaraan dan sering terendam banjir mempercepat kerusakan pada struktur jembatan. Mashuri berharap ada perbaikan sementara sebelum jembatan ini dibangun permanen.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Dapot Sinaga, memastikan bahwa usulan pembangunan permanen sudah diakomodir oleh pemerintah. “Dari seluruh jembatan Karang Anyar, tinggal jembatan ini yang bangunannya masih kayu,” kata Dapot.
Ia menambahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) telah mengusulkan anggaran Rp 2,8 miliar untuk perencanaan dan pembangunan permanen jembatan. Dapot berharap proyek ini dapat segera dikerjakan pada anggaran tahun 2026.
Sebagai solusi jangka pendek, perbaikan sementara akan dilakukan dalam dua hingga tiga hari ke depan agar jembatan tetap bisa digunakan. “Saya sendiri akan mengawal sampai pekerjaannya selesai,” janji Dapot. (kn-2)