TANJUNG SELOR – Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara, pada semester I tahun 2025 jumlah penduduk tercatat 778.087 jiwa. Naik 7.460 jiwa dibanding semester II tahun 2024 yang berjumlah 770.627 jiwa.
Kepala Disdukcapil Kaltara Sanusi menuturkan, tren peningkatan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor kelahiran. Tetapi juga hasil pendataan aktif pemerintah. Program jemput bola berhasil merekam data warga yang sudah lama tinggal di Kaltara, namun belum tercatat resmi sebagai penduduk.
“Dengan program yang ada, status kependudukan masyarakat bisa berpindah ke Kaltara. Dampaknya besar, karena jumlah penduduk menjadi salah satu faktor penting dalam perhitungan alokasi dana transfer dari pemerintah pusat,” jelasnya, Senin (15/9).
Menurutnya, bertambahnya jumlah penduduk memberikan dampak ganda bagi daerah. Dari sisi pembangunan, Kaltara akan menerima tambahan dana pusat yang bisa digunakan untuk pembiayaan program dan infrastruktur. Sementara dari sisi ekonomi, peningkatan populasi menciptakan pasar yang lebih luas dan mendorong tumbuhnya peluang usaha baru.
“Semakin banyak penduduk, aktivitas ekonomi otomatis meningkat. Mulai dari kebutuhan rumah, makanan, transportasi, hingga jasa. Ini peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha,” tuturnya.
Ia menilai, tren ini juga menunjukkan bahwa Kaltara semakin diminati sebagai daerah tujuan. Banyak pendatang yang memilih menetap, karena melihat potensi lapangan kerja. Terutama di sektor swasta dan pembangunan infrastruktur.
Meski begitu, ia mengingatkan pertumbuhan jumlah penduduk juga membawa tantangan tersendiri. Pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur, layanan publik, dan sarana sosial. Agar perkembangan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau dikelola dengan baik, pertumbuhan penduduk akan menjadi kekuatan besar bagi Kaltara. Namun kalau tidak dipersiapkan, bisa menimbulkan masalah baru,” jelasnya. (kn-2)