TARAKAN – Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri 614/Raja Pandita (RJP) kembali ke Kalimantan Utara (Kaltara) usai menuntaskan tugas menjaga keamanan perbatasan selama 14 bulan di wilayah Papua Pegunungan.
Seluruh prajurit kembali dalam keadaan sehat dan lengkap, disambut upacara penerimaan di Dermaga Kodaeral XIII Tarakan, Selasa (16/9). Komandan Batalyon Infanteri 614/RJP Letkol Inf Ardiansyah merasa bangga atas keberhasilan seluruh prajurit dalam menjalankan tugas. Mereka ditempatkan di empat kabupaten: Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo dan Jayawijaya.
“Selama penugasan, kami berupaya menjalin pendekatan yang baik dengan masyarakat,” ujar Ardiansyah.
Selain menjaga perbatasan, para prajurit juga meninggalkan jejak positif bagi masyarakat setempat. Salah satu inovasi yang paling menonjol, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) di tiga lokasi berbeda.
“Kami juga melakukan pipanisasi air bersih di tiga tempat, membangun musala untuk umat muslim, serta membagikan sembako,” jelasnya.
Tak hanya itu, mereka juga menjalankan program makanan bergizi gratis setiap Minggu, yang dibagikan setelah ibadah gereja di sekitar pos-pos penugasan. Ardiansyah mengaku terharu dengan sambutan hangat dari seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara. Ia juga menyambut baik ketertarikan Gubernur Kaltara terhadap inovasi PLTMH yang mereka buat.
“Kami siap jika inovasi ini ingin diterapkan di desa-desa di Kaltara. Ini sejalan dengan program Gubernur, yakni Kaltara Bersinar. Kami akan mendukung penuh,” tegasnya.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, turut hadir dalam upacara penyambutan tersebut. Ia mengapresiasi tinggi dedikasi prajurit Batalyon Infanteri 614/Raja Pandita.
“Penugasan di perbatasan bukan tugas ringan. Selain menjaga keamanan, prajurit TNI juga berperan penting dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat dan negara tetangga,” kata Gubernur Zainal.
Ia berharap semangat profesionalisme dan disiplin ini terus terjaga. Gubernur juga secara khusus memuji inovasi PLTMH yang berhasil dibuat oleh prajurit TNI.
“Kemampuan ini luar biasa dan sangat sejalan dengan program pemerintah provinsi, yaitu Desa Bersinar, Desa Bercahaya. Saya berharap kemampuan ini bisa disinergikan dengan pemerintah provinsi. Untuk membangun pembangkit listrik kecil dan menerangi desa-desa di Kaltara,” harapnya. (kn-2)