Usulkan Pembangunan Terminal Tipe B

TANJUNG SELOR – Setelah mengusulkan pembangunan Terminal Tipe A, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) juga mempersiapkan rencana pembangunan Terminal Tipe B.

Terminal ini nantinya akan difokuskan untuk melayani transportasi darat antar kota dalam provinsi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Idham Chalid, menyampaikan Terminal Tipe B menjadi kebutuhan mendesak. Seiring bertambahnya jumlah armada yang beroperasi, khususnya Damri.

“Untuk Terminal Tipe B ini terus kami upayakan. Fungsinya akan melayani angkutan antar kota di dalam provinsi. Dari segi armada, jumlah Damri yang ada saat ini sudah cukup memadai,” ujarnya, Rabu (17/9).

Baca Juga  Kapal Tenggelam karena Faktor Cuaca Buruk

Terminal Tipe B direncanakan akan dibangun di lahan seluas sekitar 1 hektare. Anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, meski tidak sebesar Terminal Tipe A.

“Paling banyak untuk pembangunan fasilitas utama, seperti gedung perkantoran, area parkir, bengkel perawatan kendaraan, tempat uji fisik, dan fasilitas timbang untuk mengukur kapasitas kendaraan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam pembangunan terminal ini adalah kondisi lahan. Sebagian besar lahan di sekitar wilayah yang direncanakan masih tergolong sulit dan memerlukan penataan khusus.

Baca Juga  Pasca Banjir Landa Bulungan, Belum Ada Laporan Kasus Penyakit

“Meski begitu, Dishub Kaltara terus melakukan kajian agar pembangunan bisa segera diwujudkan,” kata dia.

Salah satu lokasi yang dinilai potensial untuk pembangunan Terminal Tipe B adalah kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor. Wilayah tersebut diproyeksikan akan menjadi pusat konsentrasi perkantoran dan aktivitas masyarakat.

“KBM menjadi prioritas karena aktivitas dan pertumbuhan di daerah itu semakin meningkat. Jika Terminal Tipe B dibangun di sana, tentu akan semakin mendukung mobilitas masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga  Ojol Tarakan Dukung Keamanan

Pemerintah berharap keberadaan Terminal Tipe B dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus menunjang pembangunan ekonomi di Kaltara.

Dengan fasilitas yang lebih representatif, masyarakat akan lebih mudah mengakses transportasi darat yang aman, nyaman, dan terjangkau. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini