TANJUNG SELOR – Bagi masyarakat pedalaman Apau Kayan, akses darat menuju Malinau hingga Mahakam Ulu (Mahulu) di Kalimantan Timur merupakan urat nadi kehidupan.
Jalan inilah yang menjadi jalur utama keluar-masuk logistik, transportasi, hingga pelayanan dasar. Namun, kondisi jalan yang kerap rusak parah, terutama saat musim hujan, membuat perjalanan sering terhambat. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Pemprov Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melakukan gotong royong menjaga akses vital ini.
Kepala Dinas PUPR Perkim Kaltara Helmi mengungkapkan, kolaborasi lintas provinsi sangat penting agar masyarakat Apau Kayan tidak terisolasi.
“Dari total jalur sekitar 103 kilometer, 80 kilometer berada di wilayah Kaltim, sedangkan 23 kilometer di Kaltara. Kita sudah sepakat perbaikannya dilakukan bersama-sama,” jelasnya, Jumat (19/9).
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Kaltara menyalurkan bantuan Rp 500 juta. Untuk kebutuhan bahan bakar solar yang dipakai dalam pemeliharaan jalan di sekitar kawasan PT Sumalindo, salah satu titik rawan kerusakan. Sementara itu, Pemkab Malinau juga ikut menambah dukungan agar akses bisa tetap digunakan masyarakat.
“Ini bentuk kepedulian bersama. Kalau dibiarkan, masyarakat akan kesulitan membawa hasil bumi, bahan kebutuhan pokok. Bahkan layanan kesehatan pun terhambat,” ujarnya.
Jalan Malinau–Mahulu tidak sekadar penghubung antarwilayah, melainkan juga jalur distribusi ekonomi. Hasil pertanian dan perkebunan dari Apau Kayan bergantung pada jalur darat ini untuk sampai ke pasar. Sementara pasokan sembako dan BBM juga masuk melalui rute yang sama.
Dengan adanya kerja sama lintas daerah, Helmi optimistis akses Apau Kayan tetap terjaga. Sembari menunggu perbaikan permanen melalui program jalan nasional.
“Pembangunan permanen butuh waktu, tapi jangan sampai masyarakat terputus aksesnya. Gotong royong ini solusi sementara yang sangat membantu,” tuturnya. (kn-2)