TANJUNG SELOR – Menindaklanjuti dugaan keracunan makanan yang dialami siswa SMA Negeri 1 Tanjung Selor, DPRD Kaltara melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sekolah dan dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anggota DPRD Kaltara Moh Nafis mengatakan, ingin memastikan langsung kondisi sekolah dan kualitas dapur pengolah makanan.
“Dari laporan yang kami terima, memang ada dua siswa yang sempat dirawat di rumah sakit. Serta beberapa lainnya dipulangkan orang tuanya karena mual di jalan. Namun kita belum bisa menyimpulkan penyebabnya karena hasil laboratorium belum keluar,” ujarnya, Selasa (23/9).
Dalam sidak, Nafis menyebut kondisi dapur penyedia MBG cukup baik. Terdapat dapur kering, tempat pencucian, hingga pengolahan makanan yang terpisah. Meski demikian, ia menyoroti adanya kendala teknis dalam pengantaran makanan yang dinilai tidak sesuai permintaan sekolah.
“Sekolah minta makanan diantar pukul 10.00–11.00 Wita, agar bisa dikonsumsi pukul 12.00 Wita. Namun dalam praktiknya, ada yang dikirim lebih awal bahkan hingga sore hari. Ini tentu berpengaruh terhadap kualitas makanan,” jelasnya.
Ia menegaskan program MBG di SMA Negeri 1 untuk sementara dihentikan hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Jika terbukti masalah berasal dari makanan, pihak penyedia akan diberikan teguran sesuai ketentuan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Andika Setiawan, juga menekankan pentingnya evaluasi SOP dapur.
“Kita sama-sama harus kooperatif. Kalau memang masalah ada di dapur, kami siap melakukan perbaikan. Tapi kalau ada faktor luar, tentu akan dilihat lagi penyebabnya,” katanya.
Andika menambahkan, telah mengingatkan agar menu yang berpotensi cepat rusak, seperti nasi goreng lebih diperhatikan. “Ke depan, mungkin akan lebih aman menggunakan nasi biasa agar tidak menimbulkan risiko,” ungkapnya. Sementara itu, pihak penyedia MBG menyatakan siap menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. (kn-2)