Tantangan dan Peluang Media Lokal

TANTANGAN MEDIA LOKAL: Sekretaris Jenderal Perhumas, Benny Siga Butarbutar paparkan peluang media lokal di era kecerdasan buatan, Kamis (25/9).

BANDUNG – Media lokal di Indonesia menghadapi titik kritis dan peluang besar di era kecerdasan buatan (AI).

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas), Benny Siga Butarbutar mengatakan, AI menghadirkan kesempatan kedua bagi jurnalisme lokal setelah banyak ruang redaksi yang bereaksi dengan ketakutan dan penolakan selama era internet.

“Jika AI hanya digunakan untuk memangkas biaya dan menggantikan reporter. Hal itu akan menyebabkan jatuhnya kualitas berita, hilangnya kepercayaan publik, dan kemerosotan industri,” jelasnya, Kamis (25/9).

Baca Juga  Pedagang Gorengan Jadi Korban, Peredaran Upal

Benny menekankan, AI harus berfungsi sebagai asisten, bukan pengganti jurnalis. Jurnalis tetap menjadi penjaga gerbang kredibilitas. Sementara AI dapat meningkatkan efisiensi dan skalabilitas. Contoh penggunaan AI yang salah terlihat dari kasus Chicago Sun-Times dan Philadelphia Inquirer, yang menerbitkan konten fiksi hasil halusinasi AI tanpa verifikasi, sehingga merusak kepercayaan.

Untuk sukses di era AI, Butarbutar memberikan beberapa rekomendasi strategis. Pemanfaatan AI secara bertanggung jawab AI dapat digunakan untuk otomatisasi tugas rutin. Seperti transkripsi dan pelaporan dasar, memungkinkan jurnalis fokus pada riset mendalam dan investigasi.

Baca Juga  Dihentikan Sementara, Kegiatan Satu Resort di Derawan

“AI juga dapat membantu mendeteksi misinformasi dan disinformasi, yang menjadi masalah di ekosistem digital Indonesia,” ujarnya.

Media lokal perlu berinovasi dengan mencari sumber pendapatan alternatif, seperti keanggotaan (membership), crowdfunding, dan kemitraan. AI dapat mendukung model ini melalui paywall bertenaga AI atau model iklan dinamis yang disesuaikan dengan perilaku audiens lokal.

“Media lokal harus berkolaborasi dengan startup teknologi, universitas, dan LSM pemeriksa fakta untuk mendapatkan solusi AI yang terjangkau. Model kolaborasi ini, yang disebut “Newsroom AI Hub,”. Memungkinkan berbagi sumber daya seperti GPU, alat verifikasi dan pelatihan,” sebut pria yang sebelumnya berprofesi sebagai jurnalis ini.

Baca Juga  Beras SPHP Rusak Bisa Dikembalikan ke Bulog

Pemerintah Indonesia dapat memimpin inisiatif nasional dengan menciptakan platform AI untuk media, memastikan akses yang terjangkau. Selain itu, pemerintah juga harus menetapkan regulasi yang memastikan kompensasi yang adil dari platform digital yang menggunakan konten media lokal. (*)

Bagikan:

Berita Terkini