TARAKAN – Menteri Pertanian (Mentan) H Andi Amran Sulaiman menegaskan strategi pertahanan terbaik di wilayah perbatasan, termasuk Kalimantan Utara (Kaltara). Dengan membanjiri wilayah tersebut dengan produksi komoditas legal yang berdaya saing.
Hal ini disampaikannya saat membuka Pekan Daerah (PEDA) Petani Nelayan Kaltara di Halaman Islamic Center, Senin (29/9). Mentan menekankan, wilayah perbatasan seperti Kaltara memiliki bonus geografi yang sangat strategis karena berdekatan dengan Malaysia. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk komoditas strategis yang dibutuhkan negara tetangga.
“Daerah perbatasan seperti Kaltara ini punya potensi besar. Kita harus manfaatkan bonus geografi yang berdekatan dengan Malaysia. Komoditas strategis seperti jagung, kelapa, dan kakao yang sangat dibutuhkan negara tetangga harus kita tanam di sini,” ujar Amran.
Amran menjelaskan, cara paling efektif untuk menghadapi potensi penyelundupan komoditas pangan, yang kerap masuk dari negara tetangga. Bukanlah hanya dengan penjagaan ketat. Sebaliknya, upaya pertahanan yang terbukti sukses dengan memenuhi pasar lokal dengan hasil panen sendiri.
“Dulu masih ingat selundupan itu selalu masuk dari negara tetangga, misalnya bawang. Itu bukan mau dijaga siang malam, tapi tanam bawang di perbatasan. Ada selundupan buah-buahan, maka tanam buah-buahan itu di sini. Itulah pertahanan terbaik untuk selundupan komoditas,” tegasnya.
Mentan mengklaim, strategi ini telah terbukti efektif. Menurutnya, dengan mengisi wilayah perbatasan dengan produksi yang kuat, Indonesia tidak hanya memperkuat ekonomi petani local. Tetapi juga secara otomatis membentengi diri dari praktik penyelundupan.
“Sekarang tidak ada lagi kan? Sudah hampir 10 tahun tidak ada lagi yang selundupan-selundupan,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mentan menegaskan bahwa Pemerintah Pusat telah menyiapkan dukungan anggaran besar untuk mewujudkan strategi ini.
“Atas arahan Bapak Presiden, ini dianggarkan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) khusus untuk bibit, sebesar Rp 9,95 triliun. Itu hibah untuk seluruh Indonesia,” ungkap Amran, menambahkan program ini ditargetkan untuk 880 ribu hektare lahan secara nasional.
Mentan mendorong kepala daerah di Kaltara untuk segera mengambil bagian dari anggaran hibah tersebut. Ia meminta Gubernur dan para Bupati di Kaltara untuk segera menyiapkan proposal pengembangan komoditas strategis. Khususnya kelapa, kelapa dalam, kakao, dan kopi.
“Kira-kira kapan anggaran akan diturunkan ke Kaltara? Itu tergantung kesiapan daerah. Saya tunggu, tanya nanti bupatinya kapan bikin proposalnya,” tutur Amran, memastikan begitu proposal masuk, dana hibah tersebut akan segera disalurkan.
Amran juga menyampaikan komitmen kuat Presiden terhadap sektor pertanian. Selain ABT Rp 9,95 triliun (hibah). Pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan dari perbankan sekitar Rp 89 triliun serta tambahan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian lebih dari Rp 100 triliun.
“Tahun depan, anggaran pertanian bahkan mungkin tertinggi sepanjang sejarah. Ada Rp 40 triliun anggaran reguler ditambah Rp 9,95 triliun ABT. Ini bukti komitmen Bapak Presiden terhadap petani. Karena sektor inilah yang paling nyata menyentuh kebutuhan rakyat,” tegasnya. (kn-2)