TARAKAN – Gempa bumi susulan kembali mengguncang Kota Tarakan pada Sabtu sore (8/11) pukul 16.56 Wita.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa berkekuatan magnitudo 4,4 tersebut tidak berpotensi tsunami. Kepala BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi menyebut, pusat gempa berada sekitar 9 kilometer tenggara Tarakan dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini merupakan susulan ke-8 dari gempa utama berkekuatan M4,8 yang mengguncang kota tersebut pada Rabu (5/11).
“Yang ingin saya sampaikan kepada masyarakat, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sekali lagi, saya tegaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Khilmi, Minggu (9/11).
Ia juga mengimbau warga agar tetap tenang, waspada, dan tidak mudah termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Belum ada teknologi yang bisa memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita merespons saat gempa terjadi,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara Kombes Pol Sarly Sollu menyampaikan, dua tim tanggap bencana dengan total 20 personel telah diturunkan. Satu Satuan Setingkat Pleton (SST) juga disiagakan di Mako Brimob Tarakan. Untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan pascabencana. Dua posko darurat telah didirikan di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) dan Kelurahan Mamburungan, kawasan yang rawan longsor akibat kontur tanah labil.
“Begitu gempa terjadi, tim langsung mengevakuasi pasien dari RSUKT ke posko darurat. Serta melakukan patroli di wilayah Mamburungan,” tegasnya.
Ia menambahkan, tim medis tanggap bencana Brimob juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak yang mengalami kelelahan atau trauma akibat gempa.
“Selain evakuasi dan perlindungan, kami memastikan pelayanan kesehatan darurat tetap berjalan,” ujarnya.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin S Manik menegaskan, bersama Polda Kaltara dan Pemkot Tarakan terus berkoordinasi dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Selain tanggap darurat, Polres Tarakan juga menggelar patroli pascabencana di titik rawan guna mencegah penjarahan dan gangguan keamanan. Patroli difokuskan pada area pasar, perumahan padat penduduk, dan fasilitas umum terdampak.
“Personel Polri membantu tenaga medis mengevakuasi pasien, mendirikan tenda evakuasi. Serta melakukan patroli dan pendataan warga terdampak,” kata Kapolres.
Hingga kini, tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat guncangan. Polri mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan pihak berwenang. Serta segera melapor jika menemukan potensi bahaya atau kerusakan bangunan.
“Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus bekerja maksimal untuk memastikan situasi tetap aman dan masyarakat mendapatkan pertolongan secepatnya,” tegas Erwin. (kn-2)