Gempa Tak Dapat Diprediksi

ALAMI KERUSAKAN: Salah satu rumah warga di Tarakan yang rusak dampak gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

TARAKAN – Belum lama ini, masyarakat Kota Tarakan dibuat resah oleh informasi yang menyebutkan wilayah Tarakan memiliki potensi gempa bumi hingga Magnitudo 7,0.

Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan menegaskan, informasi tersebut benar adanya. Namun harus dipahami dalam konteks potensi, bukan prediksi. Kepala BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi menjelaskan, hasil kajian ilmiah menunjukkan wilayah Tarakan secara historis pernah dilanda gempa kuat pada era 1920-an dengan kekuatan sekitar Magnitudo 6,8 hingga 7,0. Fakta inilah yang menjadi dasar ilmiah penetapan potensi gempa di Tarakan.

Baca Juga  Akses Apau Kayan menuju Mahulu Diperbaiki Sementara

“Informasi itu benar, tetapi yang perlu dipahami, bahwa ini merupakan potensi, bukan prediksi. Potensi berarti kemungkinannya ada, namun waktu kejadiannya tidak bisa diketahui kapan. Bisa 10 tahun, 50 tahun, bahkan 100 tahun ke depan,” jelasnya, Selasa (11/11).

Menurutnya, istilah potensi dan prediksi sering tertukar dalam pemberitaan. Prediksi seperti cuaca masih bisa diperkirakan waktunya. Misalnya hujan yang diperkirakan terjadi sore hari. Namun gempa tidak dapat diprediksi secara waktu maupun tempat dengan teknologi apa pun saat ini.

“Angka Magnitudo 7,0 yang disebutkan bukan berarti setiap gempa di Tarakan akan berkekuatan sebesar itu. Itu hanyalah batas maksimal energi yang berpotensi dilepaskan dari sumber gempa di wilayah ini,” tambah Khilmi.

Baca Juga  TKA Diduga Alami Kecelakaan Kerja

Sulam menegaskan, informasi ini seharusnya tidak membuat masyarakat panik. Melainkan menjadi bahan edukasi, agar warga memahami risiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tarakan Yonsep mengatakan, terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada Masyarakat. Termasuk di lingkungan sekolah dan kantor pemerintahan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa.

“Kita tidak boleh menutup-nutupi informasi. Potensi gempa itu memang ada, dan aktivitas sesar di wilayah Tarakan juga tergolong aktif. Karena itu, kami rutin melakukan sosialisasi mitigasi, terutama di tempat-tempat yang menampung banyak orang, seperti sekolah dan perkantoran,” jelas Yonsep.

Baca Juga  Potensi Bisa Bersaing dengan Morowali

Ia menambahkan, wilayah Tarakan berada di jalur sesar aktif yang bergerak secara horizontal. Meskipun bukan jalur gunung api, potensi pergerakan lempeng tersebut tetap berisiko jika melepaskan energi besar.

“Makanya kami selalu tekankan kesiapsiagaan. Bukan untuk menakuti, tapi agar masyarakat tahu bagaimana harus bertindak saat gempa terjadi,” pungkasnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini