Selama Pengerjaan Oprit Jembatan, Roda Empat Dilarang Melintas

PENGERJAAN OPRIT JEMBATAN: Penutupan sementara agar pekerjaan konstruksi berjalan sesuai standar keselamatan dan mutu.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menutup sementara akses jembatan penghubung Desa Gunung Seriang menuju Buluh Perindu untuk kendaraan roda empat mulai Jumat (14/11).

Penutupan diperkirakan berlangsung hingga 31 Desember 2025, sebagai bagian dari percepatan pembangunan jalan dan oprit jembatan di kawasan tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan Khairul menjelaskan, kebijakan ini bukan sekadar penutupan biasa. Tetapi merupakan strategi manajemen proyek, agar pekerjaan konstruksi berjalan sesuai standar keselamatan dan mutu.

Baca Juga  Polisi Bongkar Makam AKG, Guna Pastikan Kematian Korban

“Di lokasi sedang berlangsung pekerjaan intensif, mulai dari lapis pondasi agregat, pengaspalan, betonisasi, pembangunan parit, hingga struktur penunjang lainnya. Aktivitas itu melibatkan alat berat dan material besar sehingga perlu zona kerja yang benar-benar steril,” ujarnya, Jumat (14/11).

Ia menegaskan, potensi kecelakaan meningkat jika kendaraan roda empat tetap dibiarkan melintas di tengah mobilisasi alat berat. Karena itu, penutupan jalur dipandang sebagai langkah paling aman bagi pekerja maupun pengguna jalan.

“Tujuan kami jelas, menciptakan area kerja yang aman. Agar pelaksana proyek dapat bekerja tanpa gangguan dan masyarakat terhindar dari risiko kecelakaan,” ungkapnya.

Baca Juga  Kemenparekraf Apresiasi Sukses Iraw Tengkayu

Penutupan sementara ini telah dikoordinasikan dengan Polresta Bulungan dan Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan. Pengaturan lalu lintas disiapkan untuk mencegah kemacetan dan memastikan warga tidak bingung mengakses jalur alternatif.

Meski roda empat tidak dapat melintas, Pemkab Bulungan tetap membuka akses bagi kendaraan roda dua demi menjaga mobilitas masyarakat sekitar.

“Akses roda dua tetap diperbolehkan. Tetapi kami mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas,” katanya.

Baca Juga  Batik Lokal Kaltara Jadi Unggulan

Khairul menambahkan, pembukaan kembali jalur akan dilakukan lebih cepat apabila progres pekerjaan melampaui target. Jika pekerjaan selesai lebih awal dan seluruh struktur dinilai aman, tentu akses akan langsung dibuka. Namun keselamatan dan kualitas tetap menjadi prioritas.

Penutupan sementara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas desa–kota. Pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan akses ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Tanjung Selor. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini