SRT Tarakan Genjot Jumlah Siswa

SEKOLAH RAKYAT TERINTEGRASI: Suasana Sekolah Rakyat Terintegrasi saat proses belajar mengajar, Senin (17/11).

TARAKAN – Jumlah siswa di Sekolah Rakyat Terintegritas (SRT) 59 Tarakan kini mencapai 60 anak. Namun masih jauh dari target 100 peserta didik hingga akhir 2025.

Mereka terdiri dari 46 siswa tingkat SD dan 14 siswa tingkat SMP. Meski mengalami peningkatan, jumlah tersebut masih belum memenuhi target 100 anak yang ditetapkan hingga Desember 2025.

Kepala SRT 59 Tarakan Marisa Aulia mengaku, terus berupaya menambah jumlah peserta didik melalui langkah-langkah kolaboratif bersama berbagai pihak. SRT menggandeng Dinas Sosial, sekolah-sekolah yang memiliki murid putus sekolah, serta memanfaatkan media sosial untuk penyebaran informasi.

Baca Juga  KPKNL Tetapkan Nilai Limit Lelang

“Kami bekerjasama dengan Dinas Sosial, sekolah yang mempunyai murid putus sekolah, dan mempromosikan Sekolah Rakyat lewat media sosial dengan bantuan para wartawan,” ujarnya, Senin (17/11).

Sebagian besar murid yang kini belajar di SRT Tarakan merupakan anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah atau sempat putus sekolah. Keberadaan SRT menjadi ruang baru bagi mereka untuk kembali mendapatkan hak pendidikan secara layak.

“Alhamdulillah, meskipun latar belakang anak-anak berbeda-beda, semangat mereka untuk belajar sangat tinggi,” kata Marisa.

Baca Juga  Ratusan Gram Sabu "Dicairkan"

Saat ini, para siswa sedang mengikuti program matrikulasi yang dimulai pada 14 Oktober 2025 dan akan berlangsung selama tiga bulan. Program tersebut disiapkan sebagai tahap penyelarasan kemampuan dasar siswa sebelum memasuki proses pembelajaran formal pada awal 2026.

Tahap matrikulasi dinilai penting untuk menyamakan pemahaman dasar, mengingat latar belakang akademik siswa berbeda-beda. Marisa juga menyoroti peran besar para guru, wali asuh, dan wali asrama dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan mendukung.

Ia menyebutkan bahwa kreativitas dan kesabaran para pendidik membuat anak-anak cepat beradaptasi, termasuk mereka yang kembali bersekolah setelah lama berhenti.

Baca Juga  Lanud Anang Busra Dapat Hibah Lahan 30 Hektare

“Guru-guru di Sekolah Rakyat sangat kreatif dan sabar. Sehingga anak-anak merasa nyaman. Dukungan wali asuh dan wali asrama juga menanamkan disiplin serta tanggung jawab pada siswa,” ujarnya.

Dengan dukungan seluruh unsur tersebut, SRT Tarakan berharap mampu mencapai target 100 siswa pada akhir tahun mendatang. Sekaligus menjadi salah satu model pendidikan alternatif yang efektif bagi anak-anak rentan putus sekolah di Tarakan. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini