TANJUNG SELOR – Jalur KM 17 Poros Bulungan–Berau kembali menjadi sorotan setelah dua kecelakaan lalu lintas terjadi hanya dalam waktu 15 jam.
Kejadian pertama terjadi pada Minggu (16/11) sekitar pukul 18.00. Berselang sehari, kejadian serupa pada pukul 10.00 WITA, Senin (17/11).
Kondisi jalan yang menurun, tikungan tajam, serta permukaan licin diduga menjadi faktor utama yang memicu rentetan insiden tersebut. Kecelakaan pertama melibatkan mobil Daihatsu Terios KU 1571 AF yang hilang kendali dan terjun ke jurang jembatan saat melintas di lokasi kejadian.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasat Lantas AKP Yonathan Kurniawan membenarkan kecelakaan itu.
“Benar, terjadi kecelakaan out of control di KM 17. Mobil Terios dengan tiga orang di dalamnya mengalami slip dan masuk ke jurang,” ujarnya, Selasa (18/11).
Berdasarkan hasil penyelidikan, mobil yang dikemudikan melaju dari arah Berau menuju Tanjung Selor. Saat memasuki area jembatan, kondisi jalan yang licin akibat hujan serta tikungan tajam membuat pengemudi kehilangan kendali.
“Kendaraan menabrak pembatas jalan lalu jatuh ke jurang,” jelasnya.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi berinisial I mengalami luka robek parah pada kepala dan meninggal dunia di tempat. Dua penumpang lainnya, masing-masin berinisial H dan DA, juga mengalami luka serius dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
Selain memakan korban jiwa, mobil mengalami kerusakan parah. Polisi telah melakukan olah TKP dan mengevakuasi kendaraan dari dasar jurang. Yonathan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di jalur yang dikenal rawan kecelakaan tersebut.
“Pengendara harus menyesuaikan kecepatan, terutama di jalan basah dan licin,” imbaunya.
Pada kejadian kedua, terjadi di titik yang sama. Sebuah truk box Hino Dutro KT 8037 MV mengalami rem blong saat melaju dari Berau menuju Bulungan.
“Betul, terjadi kecelakaan tunggal out of control yang melibatkan truk box,” kata dia.
Pengemudi berinisial AK mengaku rem truk mendadak blong ketika memasuki turunan dan tikungan kanan di KM 17. Kondisi muatan yang berat membuat truk semakin sulit dikendalikan.
“Kendaraan akhirnya menabrak pembatas beton jembatan,” bebernya.
Bagian depan truk ringsek akibat benturan keras, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kerusakan kendaraan cukup signifikan.
Ia mengingatkan seluruh sopir angkutan barang untuk melakukan pengecekan menyeluruh sebelum melintas di jalur poros Bulungan–Berau.
“Pemeriksaan rem, ban, dan kondisi teknis lainnya harus menjadi prioritas. Jalur ini banyak turunan dan tikungan tajam,” tegasnya.
Dengan dua kecelakaan dalam kurun waktu 15 jam, KM 17 menjadi salah satu titik rawan kecelakaan yang membutuhkan perhatian serius dari pengguna jalan maupun pihak terkait. (kn-2)