Butuh Alat Penyimpanan Darah Beku

DONOR DARAH: PMI Kaltara berupaya tingkatkan kualitas pelayanan transfuse darah.

TANJUNG SELOR – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara berupaya meningkatkan kualitas pelayanan transfusi darah melalui pengadaan sejumlah peralatan baru. Termasuk alat penyimpanan darah beku yang saat ini tengah dibutuhkan untuk memperkuat ketersediaan stok darah di daerah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PMI Kaltara, Risdianto. Menurut Risdianto, proses pengusulan dan pengadaan alat penyimpanan darah beku telah dilakukan melalui Unit Donor Darah (UDD) Kabupaten Bulungan.

PMI Kaltara secara bertahap terus menambah fasilitas dan peralatan pendukung. Guna memastikan prosedur transfusi darah berjalan aman. Serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.

Baca Juga  Ombudsman Soroti Dugaan Penahanan Ijazah Karyawan

“Ya, itu proses yang diadakan di UDD Kabupaten Bulungan. Saat ini sudah ada beberapa peralatan baru yang kita adakan untuk mendukung kegiatan transfusi darah,” ujarnya, Selasa (18/11).

Ia menjelaskan, dalam upaya menjaga ketersediaan stok darah, PMI tidak bekerja sendiri. Akan menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit, serta membangun jejaring kuat bersama para pendonor aktif di berbagai wilayah.

Banyak masyarakat yang rutin melakukan donor dengan frekuensi tinggi. Mulai dari 25 hingga 50 kali, yang menjadi bagian penting dalam menjaga kecukupan kebutuhan darah.

Baca Juga  Diduga Hantam Kayu, 4 Penumpang Meninggal

“Kita memiliki jejaring yang solid. Ada banyak pendonor yang aktif di lapangan. Jika ada permintaan mendesak atau stok menipis, jaringan ini langsung bergerak sehingga kebutuhan bisa segera kami penuhi,” jelasnya.

Selain itu, PMI Kaltara juga terus berkoordinasi dengan Bank Darah Wilayah (BDW). Setiap perkembangan terkait kebutuhan darah, permintaan rumah sakit. Serta potensi kekurangan stok selalu dipantau melalui sistem komunikasi khusus yang telah disiapkan. Hal ini dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan PMI dalam menghadapi kondisi darurat atau lonjakan kebutuhan darah.

Baca Juga  Raup Rp 100 Juta dari Jualan Beras Oplosan

“Kita selalu koordinasi dengan BDW. Semua informasi sudah memiliki jalur khusus, sehingga kalau ada situasi mendesak, kita bisa cepat bergerak. Memang sudah ada negosiasi dan kesiapan di lapangan,” tegasnya.

Melalui penguatan fasilitas, jaringan pendonor, serta kemitraan dengan rumah sakit. PMI Kaltara menargetkan pelayanan transfusi darah di provinsi ini dapat semakin optimal, terpercaya, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini