Perketat Pengawasan Kapal Jelang Nataru

RAMP CHECK: Petugas KSOP Kelas II Tarakan ramp check terhadap kapal yang akan melayani angkutan Nataru, Rabu (19/11).

TARAKAN – Sejumlah kekurangan pada alat keselamatan ditemukan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tarakan saat ramp check 27 kapal yang disiapkan untuk melayani angkutan Nataru 2025–2026.

Ramp check ini sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Laut IR-DJPL 4 Tahun 2025, yang mewajibkan pemeriksaan serentak di seluruh Indonesia. Kepala KSOP Kelas II Tarakan Stanislaus Wembly Wetik mengatakan, dari total 27 kapal yang diperiksa. Ada 21 di antaranya diprediksi melayani arus angkutan Nataru. Pemeriksaan dilakukan terhadap 21 speedboat, 3 kapal Ro-Ro, 1 kapal penumpang internasional, dan 1 kapal perintis.

Baca Juga  Jalan Agathis Dialihkan ke Provinsi

“Semua kapal kami ramp check satu per satu. Temuan masih bersifat minor, tidak ada yang mayor,” ujarnya, Rabu (19/11).

Dalam pemeriksaan ditemukan beberapa kekurangan pada alat keselamatan, terutama life jacket yang mulai rusak. KSOP langsung merekomendasikan penggantian, dibantu PT Pelindo dan perusahaan pelayaran di Tarakan.

“Life jacket yang rusak langsung kami ganti. Ini untuk memastikan keselamatan penumpang saat Nataru,” jelas Stanislaus.

Baca Juga  Kendaraan Mewah Bandar Narkotika Kembali Disita

Ia menegaskan, seluruh kekurangan minor harus diselesaikan sebelum 30 November 2025. Setelah tenggat tersebut, kapal wajib siap digunakan melayani masyarakat.

Selain fisik kapal, KSOP turut memeriksa seluruh dokumen keselamatan dan operasional yang masih dinyatakan lengkap. Termasuk surat kecakapan motoris. Ramp check dilakukan di dua lokasi Pelabuhan Malundung dan Pelabuhan Tengkayu I yang menjadi pusat keberangkatan speedboat.

Baca Juga  Polisi Sita Perahu Bermuatan Besi, Diduga Hasil Curian

KSOP dijadwalkan akan menggelar rapat koordinasi khusus Nataru setelah rapat nasional Kementerian Perhubungan. Rapat ini akan membahas kesiapan akhir seluruh pihak terkait.

“Semua kegiatan ini untuk menjamin keselamatan dan keamanan penumpang. Prinsip kami tetap sama: Zero Compromise for Safety dan Don’t Bend the Rule,” tegas Stanislaus.

KSOP memastikan seluruh armada yang bertugas selama Nataru nantinya telah memenuhi standar keselamatan. Agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini