Tantangan bagi Pencari Kerja Lokal, Sertifikat K3 Jadi Syarat Utama

PELUANG PEKERJAAN: Antusias pencari kerja mengikuti job fair, namun belum memiliki bekal sertifikasi pendukung yang dibutuhkan industri.

TANJUNG SELOR – Semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi dalam job fair di Kalimantan Utara (Kaltara) membawa angin segar bagi para pencari kerja.

Namun, di balik peluang besar itu, terdapat tantangan baru yang harus dihadapi para pelamar. Yaitu meningkatnya persyaratan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara Asnawi mengungkapkan, sebagian besar perusahaan yang bergerak di sektor industri kini menjadikan sertifikat K3 sebagai syarat utama.

Baca Juga  Tersangka Sengaja Membakar Rumah, karena Tersulut Api Cemburu

Hal itu sulit dihindari mengingat karakter industri di Kaltara yang berisiko tinggi dan membutuhkan tenaga kerja terlatih dalam aspek keselamatan.

“Karena industri kita semakin berkembang, wajar jika banyak perusahaan mensyaratkan sertifikat K3. Di sisi lain, anak-anak muda kita juga banyak yang belum memiliki keterampilan itu,” jelas Asnawi, Jumat (22/11).

Menurutnya, kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi pencari kerja lokal. Banyak pemuda di Kaltara yang antusias mengikuti job fair. Namun belum memiliki bekal sertifikasi pendukung yang dibutuhkan industri.

Baca Juga  Larangan Peredaran Unggas Hidup di Area Pasar

Melihat kebutuhan tersebut, Disnakertrans tidak tinggal diam. Asnawi memastikan pemerintah provinsi telah menyiapkan langkah konkret dengan membuka pelatihan K3 bagi pemuda Kaltara.

“Awal Desember ini kita akan mengadakan pelatihan K3. Untuk tahap pertama, disiapkan untuk 20 peserta dengan 20 sertifikat. Ini langkah awal untuk membantu anak-anak kita agar memenuhi standar perusahaan,” jelasnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Sekaligus menjawab kebutuhan perusahaan yang membutuhkan pekerja terlatih dan bersertifikat. Menurut Asnawi, pemberian pelatihan semacam ini akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan jumlah kebutuhan dan ketersediaan anggaran.

Baca Juga  Kaltara jadi Percontohan Dunia Mangrove

“Ini baru permulaan. Ke depan tentu akan kita perluas agar lebih banyak pemuda Kaltara yang tersertifikasi,” ujarnya.

Ia berharap, keberadaan pelatihan K3 dapat menjadi jembatan bagi pencari kerja untuk memperoleh peluang lebih besar di dunia industri.

“Kalau mereka punya sertifikasi, peluang diterima semakin tinggi. Setidaknya mereka memenuhi standar dasar keselamatan kerja yang dibutuhkan perusahaan,” tegasnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini