TARAKAN – Razia ketat kembali mewarnai Lapas Kelas IIA Tarakan, ketika petugas gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kamar dan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (20/11) malam.
Ini sebagai langkah deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut 13 Program Akselerasi Menimipas. Razia dimulai sekitar pukul 20.00 WITA melalui apel konsolidasi dan pemeriksaan perlengkapan. Setelah pengarahan, petugas menyisir beberapa blok hunian dan melakukan pemeriksaan badan terhadap setiap WBP sebelum memasuki kamar.
Seluruh sudut ruangan tak luput dari pemeriksaan, mulai tempat tidur, rak pakaian, ventilasi, hingga bagian plafon. Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Tarakan Ahmad Ali menegaskan, razia merupakan komitmen pihaknya dalam memberantas penyalahgunaan narkotika, menekan penggunaan handphone illegal. Serta mencegah praktik penipuan dari dalam lapas.
“Razia ini tidak sekadar formalitas. Ini langkah tegas kami untuk memastikan lapas bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan segala bentuk penyimpangan,” ujarnya, Jumat (21/11).
Dalam razia tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang berbahaya. Seperti terminal listrik modifikasi, korek api gas, serta satu bilah senjata tajam rakitan yang disembunyikan di sela dinding kayu. Meski begitu, petugas memastikan tidak ada temuan narkotika.
“Alhamdulillah, tidak ditemukan narkoba. Tetapi keberadaan sajam rakitan tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan konflik,” tambahnya.
Ahmad Ali menjelaskan senjata tajam rakitan biasanya dibuat dari potongan logam oleh WBP tertentu. Karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah potensi ancaman terhadap sesama WBP maupun petugas. Razia besar seperti ini dilakukan secara intensif minimal sekali sepekan. Melibatkan seluruh lini pengamanan, termasuk regu jaga dan staf administrasi.
“Kami berkomitmen mewujudkan Lapas Kelas IIA Tarakan menuju Zero Halinar—Zero Handphone, pungli, dan narkoba. Pengawasan harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Selain razia, petugas memberikan pengarahan kepada WBP mengenai pentingnya menjaga ketertiban. Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Jupri menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh jajaran pengamanan.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya meminimalkan gangguan kamtib. Tetapi juga memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya,” ucap Jupri.
Ia menegaskan komitmen Lapas Kelas IIA Tarakan untuk terus meningkatkan transparansi dan pengawasan guna mencegah segala bentuk penyimpangan.
“Razia rutin menjadi pesan tegas bahwa kami tidak menoleransi praktik penyimpangan sekecil apa pun,” tutupnya. (kn-2)