Batik Lokal Kaltara Jadi Unggulan

BATIK KALTARA: Pengusaha batik asal Tarakan membuat corak khas Kaltara.

TARAKAN – Dari Tarakan hingga kabupaten lain, geliat batik lokal Kaltara makin terasa. Seiring perhatian pemerintah untuk mengembangkan produk dan membuka ruang pasar bagi para pengrajin.

Langkah ini diarahkan untuk mempertegas identitas budaya daerah dan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kaltara, Hasriyani mengatakan, produksi batik Kaltara saat ini masih terpusat di Tarakan, sementara kabupaten lain mulai menggeliat dengan corak khas masing-masing. Ketiadaan fasilitas konveksi milik pemerintah membuat harga batik lokal relatif tinggi, namun kualitasnya dinilai mampu bersaing dengan daerah lain.

Baca Juga  Realisi APBD Masih 28,12 Persen

“Setiap motif batik Kaltara memuat identitas wilayah. Ini bukan sekadar kain, tetapi cerita tentang budaya dan potensi daerah,” ujar Hasriyani.

Hasriyani menuturkan tiap pengrajin mengembangkan motif berdasarkan kekhasan wilayah, sehingga batik menjadi media promosi budaya dan cerminan keberagaman daerah.

Selain pengembangan produk, Disperindakop juga memfasilitasi UMKM melalui akses permodalan, pendampingan manajemen usaha. Hingga koordinasi dengan perbankan, pegadaian, dan lembaga penjamin kredit. Upaya ini bertujuan memperkuat daya saing sekaligus memastikan UMKM mampu naik kelas.

“Batik menjadi pintu masuk promosi daerah. Pengrajin menghadirkan imajinasi dan kekhasan wilayahnya masing-masing,” katanya.

Baca Juga  Bahas Percepatan Program Pusat

Ia menekankan kemampuan membaca peluang pasar menjadi kunci keberhasilan UMKM. Pemerintah provinsi turut membuka akses pemasaran melalui berbagai event lokal, nasional, hingga internasional.

“Dukungan kepada UMKM tidak berhenti pada modal. Kami pastikan mereka mendapat pendampingan agar mampu tumbuh berkelanjutan,” tegasnya.

Hasriyani menyebut sinergi pemerintah dan lembaga keuangan semakin kuat, salah satunya tergambar saat peluncuran nasional 800 ribu UMKM yang juga diikuti pelaku usaha dari Kaltara. Mereka yang lolos kurasi dan verifikasi perbankan menerima bantuan langsung.

Baca Juga  Peserta Pemilu yang Akan Kampanye Rapat Umum

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian modal, tetapi juga peningkatan kapasitas produksi, manajemen, hingga pemahaman pasar.

“Kapasitas produksi harus sejalan dengan permintaan pasar. Pelaku usaha perlu menjaga keseimbangan agar usahanya bertahan dan berkembang,” tegasnya.

Disperindagkop menargetkan tahun depan perluasan fasilitasi permodalan, pelatihan, dan pemasaran. Agar potensi daerah, termasuk batik khas kabupaten/kota semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Sinergi pemerintah dan lembaga keuangan terbukti nyata, terutama saat ribuan UMKM terkurasi menerima dukungan langsung,” imbuhnya. (kn-2)

Bagikan:

Berita Terkini