TARAKAN – Drop zone kembali menjadi sorotan setelah sejumlah penumpang tanpa jemputan harus berjalan kaki cukup jauh.
UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menegaskan kawasan itu kini menjadi pusat seluruh aktivitas selama pembangunan pelabuhan berlangsung. Menanggapi hal itu, UPTD Tengkayu I menjelaskan situasi tersebut disebabkan pembangunan fasilitas pelabuhan yang belum sepenuhnya rampung.
Drop zone menjadi titik sentral sementara untuk mengatur seluruh arus pergerakan kendaraan dan penumpang. Kasi Sarana dan Prasarana Keselamatan Angkutan Perairan UPTD Tengkayu I Tarakan Widya Ayu Saraswati mengatakan, drop zone merupakan satu-satunya instrumen paling efektif untuk mengurai kemacetan yang sebelumnya kerap terjadi di dalam maupun di luar area pelabuhan.
“Drop zone itu memang satu-satunya solusi saat ini untuk mengurai kemacetan di dalam dan luar dermaga,” ujarnya.
Ayu mengakui, penumpang tanpa pengantar atau penjemput memang harus menempuh perjalanan lebih jauh. Sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Namun hal tersebut tak dapat dihindari. Karena konstruksi pelabuhan dan jalur penghubung menuju pintu keluar belum selesai sepenuhnya.
“Kami menyadari ada ketidaknyamanan, terutama bagi penumpang tanpa jemputan. Tapi fasilitasnya memang belum selesai dibangun,” jelasnya.
Terkait usulan agar pengemudi ojek online dapat masuk ke dalam kawasan pelabuhan untuk menjemput penumpang. Ayu menyebut UPTD terbuka pada opsi tersebut selama seluruh persyaratan dan prosedur yang diwajibkan dapat dipenuhi oleh aplikator atau asosiasi transportasi online.
“Kami terbuka untuk ojek online masuk pelabuhan, selama persyaratan aplikator dipenuhi sesuai prosedurnya,” katanya.
Ia menambahkan, aspek perizinan, masa kendaraan, serta syarat teknis operasional merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Kaltara. Harus dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum diizinkan beroperasi di area pelabuhan. Ke depan, Pelabuhan Tengkayu I akan memusatkan seluruh aktivitas keberangkatan dan kedatangan di drop zone.
Terminal lama dipastikan tidak akan difungsikan lagi dalam pola layanan baru tersebut. Ayu menyebut UPTD kini terus membangun pemahaman kepada Masyarakat, bahwa seluruh sistem pelayanan pelabuhan akan diarahkan ke drop zone sebagai pusat aktivitas.
“Fungsi drop zone ini harus optimal karena sudah dibangun untuk mengurai masalah sebelumnya. Makanya kami perlahan-lahan mengarahkan aktivitas ke sana,” tutupnya. (kn-2)